IHSG Berpotensi Menguat Selama Sepekan, Rekomendasi Saham OMFin SMBR, BNBA, dan PNBN

26 Juli 2021 10:18 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Ilustrasi pergerakan IHSG.

JAKARTA – CEO Finvesol Consulting, Fendy Susianto memproyesikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali menguat pada perdagangan pekan ini, 26 – 30 Juli 2021. Secara teknikal, indeks berpotensi menguji level 6.200 dengan support 6.050.

 

“Probabilitas menuju level di atas 6.100 menjadi sangat besar ya dengan outlook IHSG bergerak pada kisaran 6.100 hingga 6.200,” ujarnya melalui riset mingguan yang diterima Trenasia.com, Senin, 26 Juli 2021.

Berdasarkan analisisnya tersebut, Fendy merekomendasikan tiga saham yang berpotensi menghasilkan profit selama perdagangan pekan ini. Di antaranya PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR), PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).

Pria yang akrab disapa OMFin ini merekomendasikan saham SMBR dibeli pada kisaran harga Rp590 – Rp620 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp480 per lembar. Sementara, target jualnya berada pada rentang harga Rp750 – Rp850 per lembar.

Selanjutnya, ia merekomendasikan saham BNBA dibeli pada harga Rp1.380 Rp1.455 per saham. Sebagai antisipasi kerugian yang mendalam, ia menyarankan untuk menetapkan cut loss level pada harga Rp1.100 per lembar untuk saham perbankan ini.

“Adapun target jual saham BNBA berada pada level Rp1.700 per lembar,” papar OMFin.

Yang terakhir, ini memberikan rekomendasi beli pada saham PNBN di harga Rp760 hingga Rp795 per lembar dengan stop loss level Rp700 per lembar. Sedangkan, target jual saham Bank Panin pada kisaran harga Rp850 hingga Rp920 per lembar.

Review IHSG dan Saham Pekan Lalu

Pada pekan sebelumnya, 19 – 23 Juli 2021, OMFin memproyeksikan IHSG bergerak pada zona hijau di rentang 6.100 hingga 6.200. Benar saja, indeks komposit berhasil ditutup pada level 6.101 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Di kesempatan yang, ia turut merekomendasikan tiga saham unggulan yang menurutnya layak untuk menjadi pertimbangan para investor. Ketiga saham tersebut antara lain PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), serta PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Saham pertama yang menjadi rekomendasinya pada saat itu ialah TLKM dibeli pada rentang harga Rp3.100 – Rp3.170 per lembar dengan stop loss level di angka Rp1.000 dan target jual Rp3.300 hingga Rp3.500 per unit.

Hasilnya, saham TLKM ditutup pada level harga Rp3.170 per lembar. Dengan kata lain, terdapat unrealized profit sebesar 1,6%. Di sisi lain, saham emiten telekomunikasi pelat merah ini sempat menyentuh level tertinggi di harga Rp3.260 per lembar.

“Dan ini masih running trade karena masih berpeluang mengalami apresiasi harga pada pekan ini,” ucap pria yang juga merupakan host OMFin Channel tersebut.

Rekomendasi saham selanjutnya pada pekan lalu jatuh pada ANTM dibeli pada kisaran harga Rp2.580 sampai dengan Rp2.620 per lembar dengan cut loss level Rp2.350. Adapun target jual pada saat itu berada di level harga Rp3.000 – Rp3.300 per lembarnya.

Hingga akhir perdagangan Jumat, 23 Juli 2021, saham ANTM ditutup pada level Rp2.620 per lembar alias mengalami unrealized profit sebanyak 0,38%. Saham ANTM juga sempat menyentuh level tertingginya di harga Rp2.690 per unit.

Pada pekan lalu, OMFin juga merekomendasikan saham HRUM dibeli pada level harga Rp5.600 – Rp5.674 per lembar. Sementara itu, target jual saham emiten pertambangan ini berada pada kisaran Rp6.300 – Rp6.500 per lembar.

Pada penutupan akhir pekan lalu, saham HRUM juga mengalami unrealized profit sekitar 3,57% saat berhasil ditutup menguat pada harga Rp5.800 per lembar. Bahkan, saham HRUM telah mencapai level tertinggi di harga Rp5.950.

“Jadi itu lah tiga rekomendasi saham pekan lalu, ketiga mengalami unrealized profit dan masih dalam posisi running trade. Salam investasi, cuan party, enggak cuan ngopi,” pungkasnya.

 

Berita Terkait