IHSG Berpotensi Menguat, Reliance Punya 10 Saham Unggulan Hari Ini

08 September 2021 09:05 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Pewarta beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jum’at, 25 September 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan Rabu, 8 September 2021. Secara teknikal, pergerakan indeks mengalami pelemahan, namun kembali tertahan di level support moving average

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi mengatakan arah pergerakan IHSG masih memberikan sinyal tren positif selama indeks dapat kuat bertahan di atas level 6.077 dan 6.050 yang merupakan level moving average (MA) 50 dan 200 hari saat ini. 

Sementara itu, kata dia, momentum pergerakan IHSG terkonsolidasi pada area tengah oscillator pada indikator stochastic dan RSI. Sehingga, diperkirakan IHSG akan bergerak mencoba menguat pada perdagangan hari ini dengan support resistance 6.077 – 6.154.

“Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antarnya BBRI, SIMP, SILO, PWON, MAIN, HMSP, BNGA, BRPT, ANTM, dan AGII,” tulis Lanjar melalui laporan risetnya, Rabu, 8 September 2021.

Sebelumnya, IHSG terkoreksi 0,24% ke level 6.112,40 pada penutupan perdagangan Selasa, 7 September 2021 dengan pergerakan yang cenderung melemah sejak sesi awal. Indeks sektor teknologi, material dasar, dan industrial melemah lebih dari sepersen menjadi penekan IHSG hari itu.

Saham TPIA, DCII, ARTO, ASII dan BUKA turun memimpin pergerakan saham yang dibawah rata-rata indeks komposit. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) Rp187,61 miliar pada saham BBCA, TLKM, BMRI, BBNI dan UNTR yang paling banyak dilego.

Bank Indonesia (BI) merilis data cadangan devisa per Agustus 2021 yang melonjak tinggi dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia gagal mendorong optimisme investor hingga akhir sesi perdagangan. 

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2021 tercatat sebesar US$144,8 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2021 sebesar US$137,3 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,1 bulan impor atau 8,7 bulan impor.

Berita Terkait