IHSG Berpotensi Menguat pada Pekan HUT ke-76 RI, OMFin Rekomendasi Saham ASII, PTBA, dan AGRO

16 Agustus 2021 05:18 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Gambar multiple exposure Presiden RI, Joko Widodo dengan layar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – CEO Finvesol Consulting, Fendy Susianto masih optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menembus level 6.350 pada perdagangan pekan ini, 16– 20 Agustus 2021. Namun, indeks akan terlebih dahulu menguji level support resistance 6.050 – 6.150.

Dengan proyeksi itu, ia merekomendasikan tiga saham yang berpotensi menghasilkan profit pada perdagangan pekan ini. Di antaranya PT Astra International Tbk (ASII), PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO).

OMFin, sapaan karib Fendy merekomendasikan saham ASII pada rentang Rp4.950 – Rp5.025 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp4.750 per lembar. Sedangkan, target jualnya berada pada level harga Rp5.600 per lembar.

Rekomendasi saham selanjutnya yakni PTBA dibeli pada rentang harga Rp2.300 hingga Rp2.340 per lembar. Sementara, lanjut OMFin, cut loss level sebaiknya pada harga Rp2.150 untuk saham emiten pelat merah ini.

“Adapun target jual saham PTBA pada kisaran harga Rp2.550 hingga Rp2.650 per lembar,” ujarnya melalui riset mingguan yang diterima TrenAsia.com, Senin, 16 Agustus 2021.

Kemudian, ia turut memberikan rekomendasi beli pada saham AGRO di rentang harga RpRp2.370 hingga Rp2.420 per lembar dengan stop loss level Rp2.070 per lembar. Lalu, target jual sahamnya berada pada rentang Rp2.700 – Rp2.900.

 

Review IHSG dan Saham Pekan Lalu
 

Founder and CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto berpose usai mengisi Podcast Obrolan Finansial dan Investasi (OmFin) di Jakarta. Foto: doc. TrenAsia

Pada pekan lalu, 9 – 13 Agustus 2021, OMFin memprediksi IHSG berpeluang naik menguji level support resistance 6.150 – 6.350. Hasilnya, indeks komposit ditutup pada level 6.139 atau sedikit di bawah level resistance.

“Nampaknya ada dinamika pergerakan indeks, meskipun OMFin melihat masih dalam tren penguatan. Namun, pekan kemarin memang tertahan untuk menguji level 6.350,” paparnya.

Selain itu, ia juga sempat merekomendasikan tiga saham unggulan pada pekan sebelumnya. Ketiga saham tersebut antara lain PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP), PT Multipolar Tbk (MLPL), serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Saham pertama yang menjadi rekomendasinya pada saat itu adalah BBKP dibeli pada kisaran harga Rp525 – Rp595 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp495 per lembar. Sementara, target jualnya berada pada level harga Rp850 per lembar.

Pada penutupan akhir pekan lalu, saham BBKP ditutup pada level Rp595 per lembar. Dengan kata lain, terdapat unrealized profit sebesar 3,48% pada sahaam perbankan ini. Saham ini pun masih akan mengalami trading lanjutan hingga pekan ini.

Rekomendasi saham selanjutnya pada pekan lalu adalah MLPL dibeli pada rentang harga Rp600 hingga Rp620 per lembar dengan cut loss level Rp550. Di sisi lain, target jual saham MLPL pada harga Rp800 per lembar.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Agustus 2021, saham MLPL ditutup jatuh pada harga Rp505 per lembar. Sehingga, terdapat realized loss sekitar 4,50% pada level stop loss di harga Rp550 per lembar saham.

Memasuki rekomendasi terakhir, yakni saham BBTN dibeli pada kisaran harga RpRp1.350 hingga Rp1.390 per lembar stop loss level Rp1.300 per lembar. Adapun, target jual sahamnya berada pada rentang Rp1.600 – Rp1.700.

Saham BBTN pun ditutup di level harga Rp1.370 per lembar saham pada akhir perdagangan pekan lalu atau terdapat unrealized profit sebanyak 0,74%. Senada dengan saham BBKP, trading saham BBTN akan masih berlanjut pada pekan ini.

“Itu review tiga saham pekan lalu. Jangan lupa terus investasi dan batasi potensi kerugian dengan selalu memasang stop loss. Cuan party, enggak cuan ngopi,” tutup OMFin. 

Berita Terkait