IHSG Berpotensi Menguat, Ada 6 Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas Nih!

24 November 2022 10:22 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Fakhri Rezy

Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 7 Juni 2022. (TrenAsia/Ismail Pohan)

JAKARTA – Head of Technical Analyst Research PT BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat hari ini, Kamis, 24 November 2022.

Potensi kenaikan ini dilihat oleh Andri karena IHSG masih dalam pola konsolidasi yang direpresentasikan oleh candlestick inside day dan penutupan di bawah moving average jangka pendek (5 day MA).

Pada perdagangan kemarin, Rabu, 23 November 2022, IHSG ditutup menguat 0,33% ke posisi 7.054,12.

IHSG dikatakan Andri masih berada dalam tren bullish selama posisinya berada di atas 6.995. Secara teknikal, indikator moving average convergence divergence (MACD) menunjukkan indikasi bullish, stochastic netral dengan posisi di atas support 6.980, dan candlestick inside day.

Andri mengungkapkan, apabila IHSG bisa ditutup harian di atas 6.980, IHSG berpeluan rebound dengan target 7.091, 7.135, 7.250. Apabila gagal, IHSG rawan menuju 6.894-6.958.

”Level resistance pada perdagangan hari ini di  7.062, 7.088, 7.135, 7.178 dengan support 7.036, 6.962, 6.917, 6.867. Perkiraan range di rentang 7.000-7.110,” ujar Andri dikutip dari riset harian, Kamis, 24 November 2022.

Sementara itu, Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra menuturkan bahwa sebagian besar indeks bursa regional Asia Pasifik mengalami kenaikan mengikuti pergerakan bursa Amerika Serikat (AS) pada malam sebelumnya. 

Selandia Baru menaikkan suku bunga sebesar 75 basis points (bps) menjadi 4,25% dan merupakan kenaikan tertinggi sepanjang sejarah, namun sudah sesuai dengan ekspetasi. 

Singapura melaporkan inflasi sebesar 6,7% secara tahunan pada Oktober 2022 yang angkanya di bawah perkiraan. Korea Selatan akan menetapkan suku bunga hari ini. 

Di Amerika Serikat (AS), Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,28%, S&P 500 naik 0,59%, sedangkan Nasdaq menguat lebih tinggi sebesar 0,99%. 

“Dalam meeting minutes (risalah pertemuan) The Federal Reserve, lembaga tersebut memberikan sinyal kenaikan suku bunga yang lebih rendah dalam beberapa bulan yang akan datang karena  meredanya inflasi,” ujar Maxi.

Untuk perdagangan Kamis, 24 November 2022, inilah 6 rekomendasi saham dari BNI Sekuritas:

1. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Resistance: Rp10.300, Rp10.400, Rp10.500, Rp10.600. 

Support: Rp10.100 Rp10.025, Rp9.950, Rp9.850. 

Rekomendasi: Speculative buy target Rp10.300, Rp10.425. Stop loss di bawah Rp9.950.

 

2. PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) 

Resistance: Rp4.010, Rp4.080, Rp4.120, Rp4.200. 

Support: Rp3.940, Rp3.880, Rp3.800, Rp3.720.

Rekomendasi: Buy Rp3.930- Rp3.960,  target Rp4.010, Rp4.080. Stop loss di bawah Rp3.850.

 

3. PT United Tractors Tbk (UNTR)

Resistance: Rp29.950, Rp30.925, Rp31.575, Rp32.400. 

Support: Rp29.250, Rp28.950, Rp28.125, Rp27.100. 

Rekomendasi: Buy if break Rp29.650, target Rp30.250, Rp30.950. Stop loss di bawah Rp28.600.

 

4. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Resistance: Rp7.250, Rp7.350, Rp7.475, Rp7.700. 

Support: Rp7.100, Rp7.000, Rp6.925, Rp6.875. 

Rekomendasi: Buy if break Rp7.200, target Rp7.450, Rp7.575. Stop loss di bawah Rp6.900.

 

5. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Resistance: Rp925, Rp940, Rp960, Rp1.010. 

Support: Rp905, Rp890, Rp865, Rp820. 

Rekomendasi: Speculative buy target Rp920, Rp930. Stop loss di bawah Rp865.

 

6. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Resistance: Rp5.775, Rp5.850, Rp5.925, Rp6.050. 

Support: Rp5.675, Rp5.600, Rp5.525, Rp5.400. 

Rekomendasi: Buy di atas Rp5.725, target Rp5.800, Rp5.850. Stop loss di bawah Rp5.600.

Berita Terkait