IHSG Berpotensi Kembali Melemah, Indosurya Jagokan Saham BBCA, ITMG, dan ASII

14 September 2021 05:22 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Pekerja melihat layar pergerakan saham di Jakarta, Senin (9/3/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Senin (9/3/2020) sore, ditutup melemah 6,58% atau 361,73 poin ke level 5.136,80 yang merupakan level terendah sejak Desember 2016. / Antara Foto

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali melemah pada perdagangan Selasa, 14 September 2021. Minimnya katalis positif disinyalir memperlambat laju kinerja indeks domestik.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan bahwa gelombang tekanan dalam pergerakan IHSG terlihat belum akan berakhir. Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak pda rentang 5.969 – 6.202.

“Masih minimnya sentimen menjadi salah satu faktor yang membuat pola gerak indeks masih stagnan,” ujarnya melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Selasa 14 September 2021.

Ia menyebut, potensi tekanan dalam pergerakan IHSG masih jauh lebih besar dibandingkan dengan kemampuan naiknya. Namun, menurutnya masih terdapat peluang bagi para investor untuk melakukan investasi jangka panjang.

Dengan analisisnya itu, William tak lupa membagikan menu-menu saham yang menurutnya layak untuk disimak sebagai pertimbangan para pelaku pasar. Di antaranya BBCA, ITMG, ASII, SMGR, TLKM, INDF, dan ASRI.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,11% ke level 6.088,16 pada akhir sesi perdagangan Senin, 13 September 2021. Dalam sehari, terdapa 233 saham menguat, 259 saham terkoreksi, dan 167 saham lainnya berada pada posisi stagnan.

Pada perdagangan kemarin, IHSG bergerak pada rentang 6.052,97 hingga 6.094,99 dengan volume saham sebanyak 18,87 miliar dan nilai transaksi mencapai Rp9,21 triliun. Adapun kapitalisasi pasar pada penutupan perdagangan kemarin sebesar Rp7.393,05 triliun.

Berita Terkait