IHSG Berpotensi Bullish, Saham-Saham Ini Patut Dicermati

JAKARTA – Pergerekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis, 12 November 2020 berpotensi melanjutkan reli penguatan pada perdagangan hari sebelumnya. Kemarin, Rabu, 11 November 2020, IHSG ditutup ditutup menguat 46,77 poin atau 0,85% ke posisi 5.509,51.

Sepanjang perdagangan, sektor infrastruktur dan aneka industri menjadi pendorong dengan penguatan masing-masing 3,93% dan 3,35%. Sementara sektor consumer goods dan investasi menjadi penekan dengan pelemahan masing-masing 1,47% dan 0,36%.

Bersamaan dengan itu, investor asing juga turut mencatatkan tren positif dengan aksi beli bersih (net foreign buy/NFB) Rp2,02 triliun. Nilai ini menyusutkan aksi jual asing alias net foreign sell (NFS) sejak awal tahun menjadi hanya Rp42,07 triliun.

Dengan catatan apik tersebut, IHSG pun diprediksi masih punya potensi penguatan pada hari ini. Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menyebut, indikator Moving Avarage Convergence Divergence (MACD), stochastic, maupun Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal positif.

Di sisi lain, terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish berkelanjutan sehingga IHSG berpeluang tembus ke level resistensi terdekat. Meskipun indikator RSI dan stochastic juga masih menunjukkan potensi jenuh beli.

“Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada 5490,81 hingga 5612,41,” ungkap Nafan dalam riset harian yang diterima TrenAsia.com, dinukil Kamis, 12 November 2020

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

AGRO

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli pada area level 386–396, dengan target harga secara bertahap di level 414, 478 dan 540. Support 386 dan 365.

Harga harian 396; RoE: 0.80%; PER: 247.50x; EPS: 1.60; PBV: 1.98x; Beta: 2.56.

CPIN

Terlihat pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi ambil untung alias profit taking pada pergerakan harga saham. CPIN jual pada area level 6.700–6.800, dengan target harga di level 6.400. Level resistensi 6.900. Harga harian 6.700; RoE: 13.46%; PER: 36.13x; EPS: 185.45; PBV: 4.86x; Beta: 0.89.

ICBP

Pergerakan harga saham telah menguji garis moving average (MA) 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistensi pertama masih terbuka lebar. Beli pada level 9.500 – 9.600 dengan target harga secara bertahap di level 9.975, 11.075 dan 12.200. Support 9.500 dan 9.125. Harga harian 9.600; RoE: 21.21%; PER: 16.75x; EPS: 577.44; PBV: 3.54x; Beta: 0.44.

HMSP

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Beli pada area 1.415 – 1.430 dengan target harga secara bertahap di level 1.455, 1.820, 2.190 dan 2.550. Level support 1365. Harga harian 1.430; RoE: 33.64%; PER: 17.02; EPS: 117.20; PBV: 5.72x; Beta: 1.19.

PSAB

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistensi pertama masih terbuka lebar. Beli di level 204-212 dengan target harga secara bertahap di level 216, 226, 236, 262 dan 290. Level support 204 dan 196. Harga harian 212; RoE: -1.90%; PER: -63.28x; EPS: -3.54; PBV: 1.20x; Beta: 1.59.

TOWR

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistensi pertama masih terbuka lebar. Beli di level 960-980, dengan target harga secara bertahap di level 1.000, 1.010, 1.085, 1.155 dan 1.220. Level support 950. Harga harian 980; RoE: 24.95%; PER: 19.84x; EPS: 49.89; PBV: 4.95x; Beta: 0.71.

Tags:
HeadlineIhsg ditutup menguatrekomendasi sahamrekomendasi saham harian
Fajar Yusuf Rasdianto

Fajar Yusuf Rasdianto

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: