IHSG Belum Beranjak Dari Rentang Konsolidasi, Rekomendasi Saham JSMR, BBRI, dan ANTM

31 Mei 2021 09:15 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 15 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih betah bergerak dalam rentang konsolidasi wajar hingga menguat pada perdagangan Senin, 31 Mei 2021.

Secara teknikal, IHSG menunjukan pola candlestick bearish counter attack yang menguji resistance moving average 20 hari pada kisaran 5.906.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan indeks akan bergerak pada rentang 5.792 – 5.923. Menurutnya, selama support level dapat dipertahankan, maka peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar.

“Selain itu, mengingat hingga saat ini para investor asing masih mencatatkan capital inflow secara year-to-date (ytd), maka IHSG pada hari ini berpotensi untuk bergerak pada zona hijau,” ujarnya melalui riset harian, Senin 31 Mei 2021.

Dengan analisis tersebut, William merekomendasikan sejumlah saham yang menurutnya layak untuk dicermati pada perdagangan awal pekan ini. Di antaranya BBCA, BBRI, SMGR, JSMR, ITMG, AKRA, dan ASII.

Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menyebut IHSG berpotensi kembali mencoba menguji resistance MA20 dengan menguat pada support resistance 5.815 – 5.906. Di sisi lain, berbagai indikator menunjukan sinyal positif.

“Indikator stochastic dan RSI memberikan momentum bullish dengan MACD yang membentuk pola cross over positive pada kondisi undervalue,” jelas Lanjar.

Ia turut membagikan menu-menu saham yang dapat menjadi pertimbangan para investor untuk dicermati secara teknikal. Antara lain ANTM, INCO, INDF, HOKI, JSMR, KLBF, LSIP, SIMP, SMGR, TBIG, serta TINS.

IHSG menutup pekan dengan menguat tipis 0,12% atau sebesar 6,79 poin ke level 5.848,62 dengan tren pergerakan menurun hingga sempat berada di zona negatif pada Jumat, 28 Mei 2021.

Pada hari itu, 202 saham ditutup menguat, 271 saham terkoreksi, dan 171 saham berada pada posisi stagnan.

Saham TLKM, ARTO dan TOWR yang pada perdagangan sebelumnya menjadi pemimpin penguatan, harus berbalik melemah. Investor domestik terlihat melakukan aksi ambil untung, sehingga investor asing tercatat beli bersih (net buy) Rp343,32 miliar. (RCS)

Berita Terkait