IHSG Bakal Terkoreksi Lagi Jelang Rilis Neraca Perdagangan, Simak Saham JSMR, GGRM, dan INTP

15 Juni 2021 05:02 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Karyawan beraktivitas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 17 Mei 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Pasar modal Indonesia diprediksi mengalami tekanan menjelang rilis neraca perdagangan pada Selasa, 15 Juni 2021. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan koreksinya pada hari ini.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyebut pola pergerakan IHSG hingga saat ini masih tampak betah berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan peluang koreksi yang masih terlihat belum akan berakhir. Sedangkan, support maupun resistance berada pada level 5.924 – 6.123.

“Momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek,” tulis dia melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Selasa, 15 Juni 2021.

Di tengah prediksi pelemahan IHSG, William turut membagikan menu-menu saham unggulan yang dapat dicermati dan menghasilkan profit jangka pendek. Di antaranya GGRM, BBRI, ITMG, INDF, JSMR, TBIG, dan ASRI.

Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan bahwa IHSG membentuk pola bearish counter attack dan false break resistance dengan pelemahan menguji kembali support moving average 5 hari.

Di sisi lain, indikator Stochastic dan RSI menjenuh pada area dekat overbought dengan MACD bergerak pada kondisi overvalue. “Sehingga, secara teknikal IHSG masih dapat berpotensi melemah dengan support resistance 6.050 hingga 6.096,” imbuhnya.

Dengan analisisnya tersebut, Lanjar merekomendasikan sejumlah saham yang menurutnya dapat menjadi pertimbangan para investor. Antara lain ACES, ASRI, BNGA, BSDE, INTP, JSMR, PWON, SMRA, serta UNVR.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,25% menuju level 6.080,38 dengan saham-saham di sektor industri, transportasi, dan konsumsi primer memimpin pelemahan.

Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp337,39 miliar rupiah dengan saham BBRI, MDKA, BMRI, TLKM, dan GGRM yang menjadi saham paling diminati. (SKO)

Berita Terkait