IHSG Bakal Bergerak Terbatas Setelah Sukses Rebound, Cermati Saham Bank Big Caps

16 Juli 2021 12:01 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 15 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak mengalami teknikal rebound setelah mengalami beberapa tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Indeks domestik diprediksi bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan akhir pekan, Jumat 16 Juli 2021.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menyatakan IHSG berhasil rebound tepat di level support MA50 hari secara teknikal. Hal ini mendorong arah pergerakan indeks yang cenderung positif melanjutkan bullish trend jangka panjang sekaligus menguji resistance upper bollinger bands.

Secara teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support resistance 6.020 sampai dengan 6.084. Sementara itu, berbagai indikator mengonfirmasi sinyal positif pada hari ini.

“Indikator stochastic dan RSI mulai terlihat menjenuh dari momentum bearish-nya memberikan indikasi adanya peluang lanjutan penguatan di akhir pekan,” ujar Lanjar melalui riset hariannya, Jumat, 16 Juli 2021.

Berdasarkan analisis tersebut, ia merekomendasikan sejumlah saham yang menurutnya layak disimak dan dapat menjadi pertimbangan para investor. Di antaranya ASII, BBCA, BBNI, BBRI, BBTN, BFIN, BMRI, BSDE, CTRA, dan PGAS.

Sebelumnya, IHSG berhasil menguat 1,13% ke level 6.046,75 pada akhir perdagangan Kamis, 15 Juli 2021. Indeks komposit membalikkan keadaan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya akibat aksi jual investor yang kehilangan sedikit kepercayaannya di tengah badai kasus COVID-19 di dalam negeri.

Saham-saham perbankan berhasil mendorong IHSG, di mana saham BBCA, BBRI, BMRI dan ARTO naik optimis dan menjadi pemimpin penguatan. Investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp555,34 miliar.

Sedangkan, data neraca perdagangan pada periode Juni 2021 mengalami surplus sebesar US$1,32 miliar. Nilai ini turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar US$2,37 miliar. Sehingga, total surplus neraca perdagangan pada semester I-2021 telah mencapai US$11,86 miliar. (SKO)

Berita Terkait