IHSG Akhir Pekan Tinggalkan Level 6.000, Rekomendasi OmFin Saham Awal Mei: AKRA, EXCL, dan TINS

May 03, 2021, 05:05 AM UTC

Penulis: Reky Arfal

Awak media beraktivitas dengan latar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 13 April 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Pasar modal Indonesia mengalami pergerakan fluktuatif pada pekan terakhir April 2021. Memasuki awal pekan Mei, CEO Finvesol Consulting Indonesia Fendy Susianto menyebut ada tiga rekomendasi saham yang sebaiknya dicermati pada 3 Mei hingga 7 Mei 2021.

Tiga saham rekomendasi tersebut antara lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Timah Tbk (TINS).

Dalam riset mingguannya, Fendy merekomendasikan beli saham AKRA di harga Rp3.240 hingga Rp3.270 dengan stop loss level di angka Rp3.150. Kemudian untuk target jualnya, pria yang akrab disapa OmFin ini merekomendasikan pada harga Rp3.450 hingga Rp3.600.

Sedangkan untuk saham EXCL, OmFin merekomendasikan beli saham pada angka Rp2.050 sampai Rp2.090. Sedangkan untuk stop loss level, sebaiknya dipasang pada Rp1.950 per lembar saham.

“Dan target jual OmFin ada di Rp2.250 hingga Rp2.400,” kata OmFin yang juga seorang host program OmFin Channel di salah satu kanal milik TrenAsia.com, Senin 3 Mei 2021.

Sementara itu, saham ketiga yang direkomendasikan oleh OmFin, yaitu TINS, disarankan membelinya di angka Rp1.700 hingga Rp1.730, kemudian stop loss di level Rp1.600. Untuk TINS, target jual yang tepat ada di nominal Rp1.900 hingga Rp2.000.

“Itulah tiga saham yang OmFin rekomendasikan, jangan lupa terus batasi potensi kerugian dengan melakukan trading secara baik dan benar,” tambah OmFin.

Dalam kesempatan yang sama, OmFin juga sempat mengulas kembali saham yang direkomendasikannya pada pekan lalu, 26 April hingga 30 April 2021. Tiga saham yang sempat disarankan OmFin untuk dibeli saat itu adalah ELSA, SIDO, dan MLPL.

Review Rekomendasi Saham Pekan Lalu

Pekan lalu, OmFin merekomendasikan beli saham ELSA pada angka Rp342 per lembar saham dengan cut loss level Rp325. Sedangkan untuk target jualnya ada di nominal Rp380. Hasilnya, harga penutupan akhir pekan saham ELSA ditutup di angka Rp356, atau unrealized profit sebesar 4.09%. ELSA mencapai harga tertinggi pekan lalu sebesar Rp348 per lembar saham.

“Jadi masih stay tune dengan trading ELSA untuk pekan ke depannya,” tutur dia.

Kemudian, saham SIDO yang direkomendasikan dibeli pada level harga Rp800 per lembar, dan memasang cut loss level pada harga Rp760 per lembar. Awal pekan lalu, OmFIn juga menyarankan untuk target jual SIDO di kisaran Rp860 hingga Rp910 per lembar.

Sampai dengan akhir pekan kemarin, saham SIDO ditutup dengan harga Rp795 per lembar saham, yang artinya unrealized loss sebesar 0.62%. Sedangkan harga tertinggi saham ini mencapai Rp815.

Selanjutnya ada saham MLPL, yang direkomendasikan OmFin beli di kisaran harga Rp170 hingga  Rp186 per lembar dan stop loss level dipasang pada level Rp150 per lembar. Adapun target jual saham emiten milik Grup Lippo ini berada pada rentang harga Rp220 hingga Rp240 per unit.

Untuk MLPL, harga penutupan akhir pekan mencapai angka Rp218 dan sempat mencapai level tertingginya di Rp242 per lembar saham, dengan realized profit sebesar 29.03%. Artinya, hal ini sudah mencapai target jual yang disarankan OmFin, yaitu Rp220 hingga Rp240 per unit.

“Nah, kurang lebih itulah review saham pilihan pekan lalu. Cuan party, enggak cuan ngopi,” ujarnya. (RCS)