IHSG Akhir Pekan Tak Gentar Hadapi Aksi Profit Taking, Simak Saham ASII, ASRI, PGAS, dan TMAS

June 11, 2021, 05:05 AM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Awak media mengambil gambar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan reli pada perdagangan Jumat, 11 Juni 2021. Sejumlah sentimen, seperti fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas masih akan mewarnai pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan bahwa IHSG terlihat sedang berusaha menggeser rentang konsolidasinya ke arah yang lebih baik. Sehingga, indeks komposit berpeluang bergerak pada zona hijau di rentang 5.932 – 6.123 pada perdagangan akhir pekan ini.

“Selain itu para investor asing masih mencatatkan capital inflow secara year-to-date (ytd) yang menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” tuturnya melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Jumat, 11 Juni 2021.

Dengan analisis tersebut, William turut membagikan menu-menu saham yang dapat menjadi pertimbangan para investor. Di antaranya BBCA, ASII, BBNI, GGRM, TLKM, EXCL, dan ASRI.

Pada kesempatan terpisah, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto menyebut IHSG kembali kembali menghadapi resistance 6.114 dan berpotensi mengalami aksi ambil untung (profit taking). Kendati begitu, menurutnya pergerakan IHSG masih akan menguat.

“Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam rentang 6.000 sampai dengan 6.114,” tulis William.

Ia juga merekomendasikan saham-saham unggulan seperti DNAR, ERAA, PGAS, TMAS. Baginya, keempat tersebut layak untuk dicermati oleh pelaku pasar modal pada akhir pekan ini.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat sebesar 0,99% menuju level 6.107,54 pada akhir perdagangan Kamis, 10 Juni 2021. Sepanjang perdagangan tersebut, tercatat 267 saham menguat, 201 saham terkoreksi, dan 177 saham lainnya berada pada posisi stagnan. (SKO)