Hutama Karya Garap Konstruksi Tol Semarang-Demak 1A Senilai Rp2,08 Triliun

16 Maret 2022 20:33 WIB

Penulis: Liza Zahara

Editor: Laila Ramdhini

Hutama Karya (PTHK) Garap konstruksi Tol Semarang-Demak dalam Waktu 810 hari/ Foto: Hutama Karya

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) (PTHK) baru saja meraih kontrak baru untuk menggarap konstruksi Tol Semarang-Demak 1A. Tol ini ditargetkan rampung dalam waktu 810 hari kalender atau pada Juli 2024.

Dalam pelaksanaannya, PTHK berkolaborasi dengan Beijing Urban Construction Group (BUCG) dengan porsi pekerjaan untuk Hutama Karya sebesar 40% pada proyek jalan tol senilai Rp2,08 triliun tersebut. 

Direktur Operasi I hutama Karya Novias Nurendra mengatakan, pekerjaan Hutama Karya meliputi peninggian Jembatan Kaligawe, penyambungan approach bridge, dan pekerjaan elevasi di 14 titik yang semuanya berlokasi di Semarang.

"Dalam pengerjaannya, perseroan akan menggunakan teknologi Mortar Busa karena proyek Jalan Tol Semarang-Demak 1A dibangun di atas tanah yang sangat lunak dari kedalaman 0 hingga 20 meter (m)," kata Novias dalam keterangan resmi, Selasa, 15 Maret 2022.

Selain itu, akan diterapkan juga beberapa teknologi lainnya seperti Post Tension System sebagai Pier Head Strengthening, Mechanical Connector System untuk penyambungan besi beton, Lead Rubber Bearing System sebagai peredam gaya gempa, hingga Fast Track Concrete Pavement agar rigid pavement dapat di open traffic pada umur 24 jam.

Novias mengaku, tantangan yang dihadapi selama pengerjaan proyek jalan tol ini salah satunya lokasi proyek yang berada di wilayah dengan trafik lalu lintas yang cukup padat. Sehingga nantinya diperlukan rekayasa lalu lintas.

Meski demikian, perseroan menjamin selama proses pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak 1A tidak akan mengganggu pengguna jalan terutama di jalan arteri sekitar proyek karena sudah disiapkan mitigasinya.

Jalan Tol Semarang-Demak merupakan salah satu dari Proyek Strategi Nasional (PSN). Kehadirannya membuka konektivitas dan meningkatkan kapasitas jalan khususnya di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar.

Lebih lanjut, tol ini juga melengkapi jalan tol yang sudah ada di Provinsi Jawa Tengah serta terbangunnya tanggul laut di wilayah utara Kota Semarang untuk mengatasi banjir rob yang sering terjadi di sekitar Semarang dan Demak.

Untuk diketahui, penandatanganan kontrak baru telah dilakukan pada Senin, 24 Januari 2022 di Gedung Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Penandantangan dilakukan antara PPK pembangunan Jalan Tol semarang-Demak paket 1A Benni W. Christiawan dan JO Authorized Representative Beijing Urban Construction Group Co.,Ltd, Fan Zhiwei yang disaksikan langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, dan Menteri Keuangan seri Mulyani.

Berita Terkait