Huawei Luncurkan Solusi AirPON untuk Akses FMS Kilat

SHENZHEN CHINA – Bersama HKT Hong Kong dan Globe Filipina, Huawei menggelar peluncuran komersial solusi AirPON secara daring. Solusi ini menggunakan kembali situs-situs nirkabel yang telah ada untuk membangun akses penuh ke jaringan fiber bagi para operator seluler dengan cepat dan berbiaya rendah.

Saat operator seluler bertransformasi menjadi layanan penuh, para operator menghadapi tantangan besar dalam membangun konstruksi jaringan Fiber to the Home (FTTH). Biasanya, operator harus menerapkan OLTs di ruang peralatan kantor pusat dan meletakkan kabel optik besar untuk menjangkau para pengguna.

President Huawei Network Marketing & Solution Sales Department, Gary Lu mengatakan, solusi Huawei AirPON secara khusus dapat mengatasi permasalahan di atas. Nyatanya, AirPON dapat mempersingkat kabel optik antara OLT dan pengguna dari lebih dari 3 km menjadi di bawah 300 m.

“Sangat meningkatkan efisiensi penyebaran kabel optik dan mengurangi periode ROI menjadi kurang dari 3 tahun. Dengan solusi ini, para operator dapat memperoleh manfaat lebih cepat saat membangun jaringan akses full-fiber,” katanya melalui keterangan resmi yang di terima TrenAsia.com, Selasa 8 September 2020.

Managing Director HKT Engineering Dept Hong Kong Peter Lam mengungkapkan, pihaknya ingin mereplikasi solusi untuk daerah pedesaan atau bangunan bertingkat rendah di daerah perkotaan. Solusi AirPON juga memungkinkan pemasangan peralatan PON di atas atap.

Pasar Berkembang

Di dalam negeri, CEO Huawei Indonesia Carrier Business Andy Ma menyatakan, Indonesia merupakan pasar yang berkembang pesat untuk pengembangan jaringan Fiber to the Home (FTTH). Optimalisasi biaya total kepemilikan (TCO) dan peningkatan cakupan menjadi perhatian utama para operator saat ini.

Dibandingkan dengan jaringan FTTH tradisional, kata dia, solusi AirPON yang inovatif dari Huawei memungkinkan para operator menggunakan kembali situs nirkabel untuk pembangunan jaringan fixed broadband yang cepat dan berbiaya rendah.

“Operator dapat merealisasikan penghematan belanja modal dan peningkatan Time to Market (TTM) untuk memungkinkan optimalisasi Return on Investment (ROI) sekaligus memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik bagi pelanggan di Indonesia,” tuturnya. (SKO)

Tags:
AirPONFTTHhandphoneHuaweiHuawei Indonesiaponselteknologi
Drean Muhyil Ihsan

Drean Muhyil Ihsan

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: