HRUM Siapkan Capex US$8,2 Juta, Bidik Peluang Diversifikasi Lewat Akuisisi Usaha

03 Juni 2021 20:00 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Ilustrasi pertambangan batu bara. / Pixabay

JAKARTA – PT Harum Energy Tbk (HRUM) menganggarkan rencana belanja modal atau capital expenditure (Capex) 2021 sebesar US$8,2 juta atau setara Rp118 miliar (asumsi kurs Rp14.400 per dolar Amerika Serikat).

Namun, manajemen menyebut realisasi belanja modal ini dapat berubah tergantung pada kondisi pasar, ketersediaan dana, dann perubahan jadwal.

“Secara rinci, anggaran sebesar US$8,2 juta ini akan digunakan untuk kebutuhan properti pertambangan (40%), infrastruktur (21%), alat berat (18%), pemeliharaan kapal tunda dan kongkang (16%), kendaraan (3%), serta perlatan dan perlengkapan (2%),” terang manajemen dalam paparan publik yang dirilis di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 3 Juni 2021.

Adapun hingga kuartal I-2021, dana yang sudah dikeluarkan dari cappex tersebut sebesar US$1,6 juta. Penggunaannya paling besar untuk penambahan property pertambangan, pemeliharaan kapal tunda dan tongkang, serta pembelian kendaraan.

HRUM pun akan menjalankan berbagai strategi usaha untuk memperkuat aktivitas penjualan dan pemasaran, yakni dengan memanfaatkan momentum harga yang positif untuk meningkatkan produksi.

Selain itu, emiten ini juga akan mencari pasar atau pelanggan baru untuk meningkatkan penjualan dengan harga maksimal.

Kemudian, manajemen juga mengembangkan peluang diversifikasi melalui sejumlah akuisisi. Diversifikasi ini dianggap dapat mengurangi ketergantungan dan mencari alternatif sumber pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Akuisisi Perusahaan Tambang Nickel Mines Ltd

Seperti diketahui, belum lama ini HRUM telah mengumumkan pembelian saham perusahaan tambang dan pengolahan nikel asal Australia, Nickel Mines Ltd.

Direktur Utama Harum Energy Ray A. Gunara mengatakan pihaknya telah membeli sebanyak 57.256.292 lembar saham Nickel Mines dengan harga 45,04 juta dolar Australia pada 12 Mei 2021. Dengan begitu, perseroan memiliki 6,74% dari seluruh modal ditempatkan dalam Nickel Mines Ltd.

“Nickel Mines Limited adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan nikel serta sahamnya terdaftar di Bursa Efek Australia,” terangnya.

Aksi borong saham perusahaan asal Negeri Kangguru ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh perseroan. Pada pertengahan 2020, Harum Energy sempat melakukan transaksi beli saham Nickel Mines Ltd sebanyak 39 juta dengan nilai 34,26 juta dolar Australia.

Pembelian saham Nickel Mines merupakan upaya perseroan melakukan diversifikasi usaha ke sektor non-batu bara. Nickel Mines tercatat sebagai perusahaan terbuka asal Australia yang bergerak pada bisnis tambang dengan memproduksi nickel pig iron (NPI), salah satu bahan utama dalam produksi baja tahan karat (stainless steel).

Nickel Mines diketahui mengempit 60% kepemilikan saham pada proyek Hengjaya Nickel dan Ranger Nickel. Di situ, keduanya mengoperasikan pabrik Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).(RCS)

Berita Terkait