Hotel Pangkas Biaya Tenaga Kerja Hingga 50%

JAKARTA – Sejumlah pelaku perhotelan tengah memangkas biaya operasional khususnya biaya gaji karyawan. Hal ini dilakukan untuk menjaga arus kas (cash flow) perusahaan dalam kondisi pasar yang bergejolak akibat virus corona.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B. Sukamdani mengatakan saat ini dampak dari virus asal Tiongkok tersebut sudah terasa di seluruh daerah.

“Sebelumnya, pada pertengahan Januari baru berdampak pada daerah tertentu saja. Seperti Bali, Manado, dan Batam. Namun, sekarang sudah menyeluruh. Di Jakarta sendiri tingkat okupansi hotelnya hanya 30%,” ujar Haryadi, Kamis (12/03).

Sehingga, dalam mengatasi kondisi pasar yang bergejolak ini, perusahaan di bidang perhotelan sedang memotong biaya tenaga kerja terutama tenaga kerja harian (daily worker).

“Sementara, untuk karyawan tetap dan kontrak itu kami gilir jadwal masuk kerjanya. Sehingga kami bisa memangkas paling tidak 50% dari biaya tenaga kerja,” ujar Haryadi yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kamis (12/03).

Untuk mendorong dan menggairahkan industri ini, Haryadi mengatakan perlunya dukungan wisatawan domestik. Sehingga, pemerintah perlu menjaga masyarakat agar tidak panik perihal kasus corona ini. Sebab, kepanikan itu akan memperburuk perekonomian nasional.

“Kami berharap masyarakat percaya kepada pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan tidak panik, agar ekonomi Indonesia dapat tumbuh positif dari semua sektor khususnya pariwisata yang menjadi ujung tombak penyerapan ekonomi di level mikro,” pungkas Haryadi.

Tags:
coronaHeadlineHPRIperhotelanVirus Corona
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: