Holding BUMN Farmasi Bio Farma Gandeng Google Cloud, Dukung Transformasi Digital

21 Agustus 2021 12:30 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir saat mengikuti rapat dengar pendapat holding farmasi BUMN dengan Komisi VI DPR di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 5 Oktober2020. Rapat membahas kondisi aktual perusahaan dalam penanganan COVID-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta membahas profit dan operasional perusahaan, termasuk soal harga obat COVID-19. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Induk holding badan usaha milik negara (BUMN) farmasi, PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan Google Cloud Indonesia untuk mendukung transformasi digital. Perjanjian tersebut tertuang pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Jumat, 20 Agustus 2021.

Penandatanganan MoU ini dilaksanakan di Bio Farma Bandung Oleh Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir yang didampingi oleh Direktur Transformasi dan Digital Bio Farma, Soleh Ayubi, dan  Megawaty Khie, Country Director Google Cloud Indonesia yang didampingi oleh Head of Enterprise and Corporate Sales, Deon Montasser.

Transformasi digital Bio Farma sebagai Induk holding BUMN Farmasi termasuk dalam bidang riset dan pengembangan produk seperti vaksin dan obat-obatan serta alat-alat kesehatan, melalui kompetensi yang dimiliki oleh Google Cloud Indonesia. 

Ke depannya, kerja sama ini tidak hanya terbatas pada Bio Farma saja, melainkan dapat diperluas sampai anak usahanya seperti PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF). Google Cloud Indonesia bakal menyediakan berbagai layanan dalam kolaborasi tersebut.

Di antaranya infrastructure-as-a-service, platform-as-a-Service, dan software-as-a-service untuk mendukung transformasi digital Bio Farma. Selain itu juga memberikan solusi layanan mencakup big data analytics, artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML).

Kemudian, modernisasi aplikasi, alat-alat pengembang, manajemen Application Programming Interface (API), aplikasi kolaborasi dan produktivitas, penyimpanan dan basis-basis data, jaringan, manajemen keamanan dan identitas, dan modernisasi infrastruktur.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan dengan kerja sama ini, pihaknya bisa memanfaatkan berbagai data dari Google ready to Machine Learning engines yang dimiliki oleh Google untuk membangun riset dan healthcare related products.

Dengan begitu diharapkan bisa mendukung transformasi digital serta mengakselerasi riset dan pengembangan vaksin dan obat holding BUMN farmasi. Sehingga hasil riset tersebut bisa menjadi produk dan memiliki time to market yang tepat,” ujarnya melalui keterangan pers.

Sedangkan, Country Director Google Cloud Indonesia, Megawaty Khie menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan Bio Farma dalam mengakselerasi transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi Google Cloud di bidang pengembangan aplikasi, smart analytics, AI/ML. 

“Kami merasa terhormat dapat membantu Bio Farma untuk memecahkan berbagai tantangan bisnis dan teknologi yang kompleks, serta mempercepat inovasi mereka yang berbasis data, demi kesehatan Indonesia,” tutur dia.

Berita Terkait