Pelita Air Buka Penerbangan Komersial, Akankah Nasibnya Sama seperti Merpati dan Garuda?

14 April 2022 15:18 WIB

Penulis: Debrinata Rizky

Editor: Rizky C. Septania

JAKARTA-PT Pelita Air Service (PAS) siap membuka layanan penerbangan komersial berjadwal (regular flight). Hal ini membuat maskapai pelat merah tak hanya PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) lagi yang memberikan layanan perintis.

Pelaksana Tugas Harian (PTH) Direktur Utama PT Pelita Air Service Muhammad S. Fauzani mengatakan, saat ini Pelita Air masih dalam tahap sertifikasi pesawat Airbus 320 yang baru saja datang.

“Saat ini Pelita Air masih dalam proses sertifikasi pesawat Airbus 320 yang terus berjalan dalam rangka membuka penerbangan berjadwal dan kami harapkan dapat beroperasi dalam waktu dekat," ujar Muhammad S. Fauzani dalam keterangan resminya.

Dalam waktu dekat Pelita Air akan siap terbang dan membuka layanan penerbangan komersial berjadwal tersebut. Namun apakah ini opsi yang tepat mengingat dua pendahulunya yaitu Merpati Airlines dan Garuda Indonesia didera masalah keuangan?

Seperti TrenAsia.com rangkum, berikut kilas balik dua maskapai BUMN yang juga mengalami masalah keuangan hingga salah satunya mati suri:

Merpati Airlines

Masih ingat dengan maskapai Merpati Nusantara Airlines didirikan pada 6 Septermber 1962, Merpati hadir sebagai maskapai sekunder dari Garuda Indonesia yang mengambil rute-rute berbeda dengan Garuda Indonesia.

Namun sayangnya Merpati mengalami masalah keuangan pada tahun 2014, sehingga sempat mengumumkan kebangkrutan dan tidak terbang sejak 1 Februari 2014. Pemerintah beberapa kali melakukan upaya restrukturasi dan tak ada hasil.

Sempat ada angin segar bagi Merpati untuk kembali bangkit dengan kedatangan investor, namun sayangnya hal ini gagal mencapai kesepakatan investor tidak bisa menyelamatkan sang legenda.

Pada akhirnya, Erick Thohir membubarkan Airlines ini dengan alasan sudah tidak beroperasi dan perlu percepatan dalam pembubarannya saja.

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)

Selain Merpati Airlines PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tercatat tengah melakukan efisiensi habis-habisan hingga masih berkutat dengan permasalahan keuangan perusahaan yang belum juga membaik. Kasus korupsi dalam tubuh Garuda menambah parah keadaan maskapai ini.

Diharapkan babak baru Pelita Air ini dapat memberikan kontribusi besar terhadap industri penerbangan Indonesia dan memberikan warna baru dalam ekosistem penerbangan Indonesia. 

Berita Terkait