Hingga Tengah Tahun, Rukun Raharja Realisasikan 50 Persen Capex untuk 9 Proyek

10 September 2021 19:33 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Reza Pahlevi

Perusahaan gas PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). (raja.co.id)

JAKARTA – Emiten gas PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) telah merealisasikan 50% dari belanja modal (capital expenditure/capex) hingga semester I-2021. Untuk tahun ini, RAJA menganggarkan capex sekitar US$100 juta dolar.

“Kami yakin dengan progres yang dicapai oleh beberapa proyek yang telah dicatatkan untuk realisasi belanja modal sampai Agustus, kami yakin akhir tahun realisasi belanja modal sesuai target,” ujar Direktur Pengembangan Bisnis RAJA Sumantri Suwarno dalam paparan publik, Jumat, 10 September 2021.

Sumantri menjelaskan penyerapan tertinggi atas belanja modal ini adalah investasi pada pengembangan bisnis baru. 

Di antaranya adalah penyertaan pada proyek pipa Rokan, pembangunan LPG discharge terminal di Rembang, pengembangan bisnis CNG, dan upgrading SPAM Cijanggel, Bandung Barat.

Sementara itu, penyerapan lainnya digunakan untuk pengembangan bisnis yang sudah ada saat ini. Akuisisi pengembangan pipa gas kawasan industri di wilayah Banten menjadi proyek yang sudah direalisasi sampai Juni 2021 ini.

9 Proyek RAJA

Secara rinci, ada 9 proyek baik baru maupun eksisting yang menjadi bagian dari realisasi capex RAJA per enam bulan pertama 2021. 

Pertama, RAJA mendapatkan proyek alokasi tambahan gas dari Jindi yang dapat mencapai 12 metric million British thermal unit (mmbtu). Progres proyek ini sudah mencapai 100% dan RAJA mendapat kontrak 20 tahun dalam proyek ini.

Kedua, RAJA memperpanjang kontrak dengan BUMD Jawa Timur terkait penyediaan jasa pengangkutan gas. Pengangkutan ini akan menghubungkan suplai gas dari Petronas kepada PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) di Gresik, Jawa Timur.

Ketiga, RAJA juga menyelesaikan akuisisi pipa gas di Cilegon, Banten. Nilai akuisisi ini mencapai US$2,4 juta dolar dan kepemilikan perseroan 100% dalam akuisisi ini.

Keempat, RAJA mendapat penambahan kompresor untuk Indonesia Power di Cilegon, Banten. Perusahaan telah mengoperasikan tiga kompresor dan ada tambahan satu kompresor lagi dengan belanja modal US$2,2 juta.

Kelima adalah mega proyek pipa Rokan. RAJA memiliki hak atas 25% dari proyek ini, baik atas aset maupun operasionalnya. Pipa ini akan mengalirkan minyak dari Rokan dengan panjang 367 km yang terbagi dalam 12 ruas. Potensi volume minyak ini bisa sampai 265.000 bopd.

Total investasi untuk proyek ini sekitar US$300,6 juta dolar, di mana RAJA berpartisipasi sebesar 25% dari total investasi tersebut. RAJA terus berkoordinasi dengan Pertagas agar proyek ini dapat selesai pada akhir 2021.

Keenam adalah upgrading Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Bandung Barat. RAJA bekerja sama dengan PDAM Bandung Barat untuk menyediakan air baku dengan upgrading kualitas dan kuantitas air. Nilai investasi proyek ini mencapai US$1 juta dolar.

Ketujuh, RAJA mendapat kontrak operation & maintenance (OM) di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak milik Star Energy. Nilai kontrak ini mencapai Rp80 miliar dengan durasi 3 tahun.

“Ini salah satu lini baru perusahaan, di mana perusahaan ingin memasuki dan merasakan langsung secara teknikal dan operasional bagaimana operasi penyelenggaran pembangkit listrik tenaga panas bumi,” jelas Sumantri.

Kedelapan, RAJA sedang dalam akuisisi lahan untuk menjadi mother station perusahaan CNG yang baru saja mereka akuisisi, yaitu PT Artha Prima Energy. Nilai investasi untuk lahan di Semarang, Jawa Tengah, ini dapat mencapai US$6 juta.

Kesembilan adalah proyek pembangunan temporary discharge terminal LPG di Rembang. Sampai minggu kedua Agustus, progres proyek ini sudah mencapai 78,3%. Ada pun, nilai investasi proyek dapat mencapai US$7,6 juta maksimal.

Berita Terkait