Hingga Semester I-2021, Kapasitas Pembangkit Energi Baru dan Terbarukan Naik 217 MW

20 Agustus 2021 12:40 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Rizky C. Septania

Panel Surya BUMN Bukit Asam dipasang di Bandara Soekarno-Hatta milik Angkasa Pura II / Twitter @AngkasaPura_2

JAKARTA - Hingga pertengahan tahun 2021, kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan naik hingga 217 megawatt (MW) menurut catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Jumlah ini masuk ke dalam sistem jaringan (on grid) PLN.

“Ini capaian bagus, tapi untuk mencapai (target bauran EBT) 23% harus kerja empat sampai lima kali lipat dari sekarang, sehingga di tahun 2025 bisa mendeklarasikan target yang ditetapkan 23% bisa tercapai,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam sebuah webinar, dikutip Jumat, 20 Agustus 2021.

Total tambahan 217 MW tersebut diperoleh dari PLT Air Malea (90 MW), 9 unit PLT Minihidro (56 MW), PLTS Atap 13 MW, PLTP Sorik Marapi Unit 2 (45 MW), dan PLT Bioenergi (12,5 MW).

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, penambahan kapasitas pembangkit EBT sebesar 1.478 MW dengan kenaikan rata-rata sebesar 4% per tahun.

Menurut Dadan, salah satu faktor pendorong pertumbuhan pembangkit EBT bisa melalui energi surya, mengingat besarnya potensi tersebut hingga mencapai 207,8 gigawatt. 

Meski begitu, potensi tersebut baru dimanfaatkan sekitar 0,1%. Dadan mengatakan, pemerintah pun terus mendorong pemanfaatan PLTS, terutama PLTS atap.

Masuknya EBT sebagai fase keniscayaan dalam pemanfaatan sumber energi global, jelas Dadan, tetap harus mempertimbangkan kondisi kebutuhan energi di dalam negeri.

“Vietnam begitu maju dari sisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), kita juga merencanakan ingin seperti itu dalam waktu singkat,” ujarnya.

Dadan juga mencontohkan negara tetangga Malaysia yang sekarang sedang membangun PLTS Atap mirip dengan apa yang dibangun Kementerian ESDM.

Pemerintah pun tetap optimis bisa mencapai target bauran EBT. Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah adalah memfinalisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara 2021-2030.

Dalam rencana tersebut, porsi EBT akan jadi lebih besar hingga angkanya menjadi 51,6%. Dadan berharap rencana tersebut dapat segera disahkan.

 

Berita Terkait