Hingga Pertengahan September, BEI Catat Realisasi Buyback Saham Capai Rp7,6 Triliun

20 September 2022 07:47 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Ananda Astri Dianka

Karyawan berkatifitas dengan latar layar monitor pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 8 September 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat realisasi pelaksanaan aksi beli saham atau buyback mencapai Rp7,6 triliun sepanjang 2022 atau 24,86% dari total nilai rencana.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, hingga 16 September 2022 terdapat 12 perusahaan tercatat yang saat ini masih dalam periode buyback

“Sembilan di antaranya telah melaksanakan buyback dengan total pelaksanaan buyback Rp1,7 triliun, 22,4 persen dari nilai rencana buyback,” kata Nyoman lewat pesan singkat, Senin 19 September 2022.

Dalam catatan TrenAsia, berikut ini adalah sejumlah emiten yang telah merampungkan atau akan melaksanakan aksi buyback:

1. ERAA

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) tercatat menuntaskan buyback saham pada periode 20 Mei hingga 19 Agustus 2022. Amelia Allen Head of Legal dan Corporate Secretary ERAA Selasa (22/8) menuturkan bahwa Perseroan telah membeli kembali saham sebanyak 71.695.900 lembar saham dengan nilai Rp35,5 miliar.

2. ROTI

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menganggarkan Rp227,27 miliar untuk melakukan buyback yang rencananya akan dilaksanakan hingga 20 Oktober 2022.

3. ADRO

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) berencana memperpanjang periode buyback saham perseroan. Kali ini, perseroan memperpanjang periode buyback mulai 16 Juni 2022 sampai 16 Desember 2022.

4. UNTR

PT United Tractors Tbk (UNTR) akan melakukan buyback saham sebesar Rp5 triliun. Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu, 3 Juli 2022, UNTR akan melaksanakan buyback saham secara bertahap untuk periode tiga bulan mulai 13 Juli-12 Oktober 2022.

5. MDKA

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana melakukan pembelian kembali saham dengan alokasi dana maksimum sebesar Rp600 miliar untuk membeli sebanyak-banyaknya 0,5% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh.

Berita Terkait