Hingga Maret, Sri Mulyani Terbitkan Surat Utang SBN Rp243,83 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan realisasi penerbitan surat berharga negara (SBN) per akhir Maret 2020 senilai Rp243,83 triliun. Nilai tersebut telah memenuhi 33,2% target sepanjang tahun ini.

Berdasarkan laporan resmi di Jakarta, Senin, 6 April 2020, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, total penerbitan tersebut mengalami peningkatan dari akhir Februari, yaitu Rp113,85 triliun.

Sementara itu, penerbitan surat utang negara (SUN) tercatat sebesar Rp185,04 triliun atau 34% dari target tahun ini.

Penerbitan SUN didominasi dari hasil lelang sebesar Rp107,15 triliun, surat perbendaharaan negara (SPN) Rp29,12 triliun, private placement Rp4 triliun, dan SBN Ritel Rp2,26 triliun.

Pemerintah juga telah menarik utang melalui penerbitan SBN valuta asing (valas) sebesar Rp42,52 triliun berupa obligasi dual-currency dolar Amerika Serikat dan euro dengan nilai masing-masing US$2 miliar dan 1 miliar euro pada Januari lalu.

Sedangkan untuk penerbitan surat berharga negara syariah (SBSN) alias sukuk mencapai Rp58,79 triliun atau 30,7% dari target akhir tahun.

SBSN tersebut terdiri dari seri Islamic Fixed Rate (IFR), Project Based Sukuk (PBS), dan SPN syariah dengan total Rp44,6 triliun, termasuk Sukuk Ritel sebesar Rp12,4 triliun dan private placement sebesar Rp2,05 triliun.

Berikutnya, rencana lelang SBSN atau Sukuk Negara akan dilaksanakan pada 7 April 2020. Seri SBSN yang akan dilelang meliputi surat perbendaharaan negara-syariah (SPN-S) dan project based sukuk (PBS). Hal itu dilakukan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam APBN 2020. (SKO)

Tags:
APBN 2020SBNsri mulyanisurat utang negarautang negara
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: