Hingga 9 Kali Lipat dari Dana Pemerintah, BRI Salurkan Dana PEN Rp136,7 Triliun

January 08, 2021, 09:35 AM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Suasana kios pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2020. Jika pandemi tak bisa dikendalikan yang salah satunya dilihat dari indikator positive rate di bawah 5%, masyarakat, khususnya kelas menengah akan enggan membelanjakan uangnya, karena khawatir terinfeksi. Inilah yang menjadi penyebab, meski reaktivasi ekonomi sudah dilakukan pada Juni 2020 lalu, tetapi kinerja daya beli tetap melorot. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp136,7 triliun sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Jumlah tersebut setara sembilan kali lipat dari dana Rp15 triliun yang ditempatkan pemerintah.

Selain itu, bank bersandi BBRI ini juga memberikan subsidi bunga kredit bagi debitur Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) senilai Rp5,46 triliun hingga 16 Desember 2020.

“Jumlah ini setara 76,6 persen dari realisasi nasional senilai Rp7,12 triliun,” mengutip Direktur Utama BRI Sunarso dalam keterangan resmi, Jumat, 8 Januari 2021.

Ia mengatakan, komitmen perseroan dalam membantu UMKM juga dalam penjaminan kredit senilai Rp8,34 triliun kepada 13.808 debitur per 27 Desember 2020. Melalui penjaminan ini, kata dia, portofolio kredit UMKM BRI tetap terjaga meski kondisi bisnis mereka tengah terdampak pandemi.

Adapun untuk Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM), sebesar Rp18,5 triliun dana sudah disalurkan kepada 7,7 juta debitur di seluruh Indonesia. Penyaluran ini setara 65,2% dari total pagu BPUM, yakni Rp28,3 triliun untuk 11,8 juta debitur.

Sebagai bank yang berfokus pada segmen UMKM, pihaknya akan tetap melanjutkan kontribusi program PEN 2021. Ia pun optimistis, insentif dan relaksasi yang digelontorkan untuk masyarakat berdampak positif bagi ekonomi nasional dan bisnis perusahaan.

Penyaluran KUR dan Restrukturisasi Kredit

Bank beraset terbesar di Tanah Air ini juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan Super Mikro sebesar Rp 125,44 triliun hingga 28 Desember 2020.

Secara rinci, KUR Mikro sebesar Rp 116,9 triliun disalurkan untuk 4,35 juta debitur, dan Rp8,54 triliun kepada 972 ribu debitur KUR Super Mikro.

Selain menyalurkan kredit, BRI juga melakukan restrukturisasi kredit kepada debitur terdampak pandemi. Hingga kini, sebesar Rp218,6 triliun telah diberikan untuk merestrukturisasi 2,8 juta peminjam kredit.

“Pemberian restrukturisasi akan dilanjutkan BRI, sesuai keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperpanjang peraturan hingga 2022,” tutur Sunarso.