Hingga 19 Agustus 2021, PUPR Sudah Habiskan Rp66,49 Triliun untuk Infrastruktur

20 Agustus 2021 13:03 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menteri Desa PDTT dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (kanan) menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2020. Rapat tersebut membahas laporan keuangan pemerintah pusat APBN TA. 2019 dan realisasi APBN TA. 2020 sampai dengan Bulan Agustus 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan realisasi belanja infrastruktur per 19 Agustus 2021 senilai Rp66,49 triliun. Jumlah ini setara 46,44% dari total pagu anggaran 2021 yang sebesar Rp143,19 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, anggaran tahun ini juga ditujukan untuk program pembangunan infrastruktur dengan skema Padat Karya Tunai (PKT).

“Program PKT difokuskan untuk membangun irigasi kecil, sanitasi, jalan produksi, dan rumah swadaya,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat, 20 Agustus 2021.

Khusus untuk program PKT, saat ini realisasinya mencapai 58,01% atau senilai Rp14,02 triliun dari total anggaran Rp23,24 triliun. Basuki menargerkan, program ini bisa menyerap hingga 1,23 juta tenaga kerja. 

Selain PKT, untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kementerian PUPR juga mengalokasikan anggaran pembelian produk rakyat atau UMKM sebesar Rp173,93 miliar.

Pembelian produk ini terdiri dari material tambalan cepat mantap (CPHMA) sebanyak 100.000 ton sebesar Rp49,47 milar, pembelian Rosin Ester sebesar Rp24,55 miliar dengan progres 21,49%, dan pembelian karet untuk pengolahan aspal (bokar) sebesar Rp100 miliar dengan progres 28,28%. 

Untuk mendukung PEN, pihaknya juga menyiapkan empat program lainnya berupa dukungan pengembangan pariwisata sebesar Rp3,67 triliun. Saat ini progresnya sebesar 46,85%.

Kemudian, program ketahanan pangan Rp25,84 triliun dengan progres 57,81%, dukungan pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang sebesar Rp2,75 triliun dengan progres 23,49% dan Information and Communication Technologies (ICT) sebesar Rp161 miliar dengan progres 37,41%. 

Berita Terkait