Hindari Potensi Bea Materai Berganda, Bank Kustodian Setop Penyediaan Laporan Terkait Transaksi Unit Penyertaan Berformat PDF Bulk

01 Agustus 2022 11:11 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Yosi Winosa

Karyawan beraktivitas di dekat layar monitor pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu, 6 April 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Perbankan Kustodian lewat Asosiasi Bank Kustodian Indonesia (ABKI) mulai hari ini, 1 Agustus 2022 tak lagi menyediakan laporan bulanan dan laporan konfirmasi transaksi unit penyertaan dalam format PDF bulk untuk transaksi unit penyertaan. 

Hal ini menyusul diberlakukan penerapan meterai elektronik (e-meterai) yang dipungut oleh PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atas laporan konfirmasi transaksi harian unit penyertaan yang terkonsolidasi pada sistem platform AKSes KSEI (AKSes).

Ketua Umum ABKI, Imelda Sebayang menyatakan penghentian pemberian laporan terkait transaksi unit penyertaan oleh Bank Kustodian lantaran untuk menghindari potensi kerancuan dengan adanya jenis dokumen berbeda yang merupakan objek dari bea meterai dan berisiko menimbulkan kewajiban bea meterai berganda.

"Pemberhentian ini juga merupakan bentuk dukungan Bank Kustodian dalam mengoptimalkan digitalisasi pada industri reksa dana dan pasar modal melalui penggunaan AKSes oleh para Pemegang Unit Penyertaan untuk memperoleh Laporan Bulanan dan Laporan Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan, di mana sejak awal penyediaan laporan dalam format PDF bulk
tersebut telah disepakati hanya bersifat sementara dalam masa transisi menuju penggunaan AKSes," kata Imelda dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin, 1 Agustus 2022.

Untuk selanjutnya, laporan bulanan dan/atau laporan konfirmasi transaksi unit penyertaan 
dalam dalam format PDF apabila dibutuhkan (bersifat ad-hoc) dapat diajukan oleh Manajer 
Investasi atau Agen Penjual kepada Bank Kustodian terkait. 

"Apabila diperlukan untuk kebutuhan kepatuhan atas ketentuan yang berlaku, perjanjian dengan nasabah, maupun kebijakan perusahaan, maka bersama ini kami menghimbau Manajer Investasi maupun 
Agen Penjual untuk dapat melakukan sosialisasi atau mengkomunikasikan hal ini kepada pemegang unit penyertaan terkait," tambah Imelda.

Berita Terkait