Hensel Davest Indonesia Gencarkan Bisnis Teknologi Finansial

23 Juli 2021 12:30 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Karyawan paltform Fintech Pendanaan anggota AFPI antusias mengikuti vaksinasi pada pemberian Vaksin Gotong Royong untuk pekerja Industri Fintech Pendanaan Bersama Indonesia di Jakarta, Jumat, 2 Juli 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Seiring dengan perkembangan layanan keuangan saat ini, PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) semakin gencar mengembangkan ekosistem di teknologi finansial (tekfin). 

Manajemen HDIT melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat, membuat bisnis produk teknologi mengalami kemajuan sesuai tren yang dibutuhkan masyarakat. Alhasil, muncul peluang bisnis di bidang IT yang sangat menjanjikan. 

"Kami melihat peluang besar untuk tumbuh pesat pada bidang usaha pembelian produk dan pembayaran secara digital," kata Corporate Secretary HDIT, Ferdiana Tjahyadi, dikutip dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat 23 Juli 2021. 

Ferdiana menjelaskan, sebagai salah satu perusahaan pemain yang berkecimpung di sektor tekfin, HDIT memiliki beberapa brand melalui jaringan anak usaha. Antara lain EMPOSH yaitu platform e-commerce yang ditunjukkan bagi UMKM yang ingin memiliki toko online sendiri.

Ada pula Doeku yaitu platform peer-to-peer lending yang sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai jembatan untuk memfasilitasi kebutuhan modal usaha para UMKM yang tidak terjangkau oleh bank dan layanan finansial. 

Kemudian, ada juga BiroPay layanan payment gateway dan switching pembayaran online yang menghubungkan UMKM dengan perusahaan finansial teknologi. 

"Dengan semua produk-produk tersebut, HDIT yakin mampu bersaing dengan perusahaan sejenis dan bisa menjadi leader di pasar tekfin," ujarnya. 

Sebagai informasi HDIT memulai bisnis yang berfokus di Indonesia bagian Timur. Perusahaan yang melantai di Bursa pada tahun 2019 ini telah berkembang pesat menjadi perusahaan solusi FinTech di Indonesia. 

HDIT khususnya pada perdagangan elektronik dengan produk-produk digital seperti pulsa, token listrik, pembayaran tagihan, pemesanan tiket, voucher digital. Saat ini HDIT sudah memiliki lebih dari 200,000 agen pembayaran di seluruh Indonesia yang terdiri dari perusahaan swasta, distributor lokal, UMKM hingga perorangan.

Berita Terkait