Hendi Prio Santoso Jadi Dirut MIND ID Saat Kinerja Semen Indonesia Turun Tipis

04 November 2021 08:08 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Sukirno

Hendi Prio Santoso Jadi Dirut MIND ID Saat Kinerja Semen Indonesia Turun Tipis / Facebook @semenindonesiagroup (@semenindonesiagroup)

JAKARTA -- Penunjukan Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) Hendi Prio Santoso oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi Dirut PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum alias MIND ID terjadi di tengah kondisi kinerja SMGR yang sedang menurun.

Sebaliknya, direksi MIND ID yang ada saat ini justru memimpin holding BUMN tambang tersebut mencapai performa keuangan positif hingga sembilan bulan pertama tahun ini.

Dalam laporan keuangan SMGR pada kuartal III-2021, laba bersih holding BUMN semen itu tercatat senilai Rp1,38 triliun. Perolehan laba SMGR tersebut menyusut 9,9% year on year (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp1,54 triliun pada kuartal III-2020.

Penurunan laba tersebut terjadi karena didorong oleh penyusutan pendapatan perseroan selama sembilan bulan tahun ini. Pendapatan SMGR tercatat senilai Rp25,33 triliun, menyusut 1,13% dari Rp25,62 triliun tahun lalu. 

Hingga September 2021, total aset perseroan susut menjadi Rp76,6 triliun dibandingkan dengan akhir 2020 sebesar Rp78 triliun.

Liabilitas SMGR terpantau sebesar Rp35,74 triliun, turun dari posisi Desember 2020 Rp40,57 triliun dengan ekuitas Rp39,08 triliun, naik dari Rp35,65 triliun tahun lalu.

Sebaliknya pada periode yang sama, MIND ID mencetak laba bersih sebesar Rp9,8 triliun. Capaian itu berbanding terbalik dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 yang merugi hingga Rp1,4 triliun.

Laba perusahaan ditopang oleh peningkatan pendapatan yang mencapai sebesar Rp63,8 triliun kuartal III tahun ini. Jumlah itu lebih tinggi 35% dibandingkan dengan periode tahun lalu dengan margin laba bersih 15,4%.

Profitabilitas MIND ID ditunjukkan dengan capaian EBITDA sebesar Rp19,8 triliun pada Januari-September 2021, dengan EBITDA Margin sebesar 31%, lebih tinggi 179% dari capaian tahun lalu.

Perlu diketahui, MIND ID beranggotakan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Aset keempat perusahaan tersebut telah mencapai sekitar Rp180 triliun dengan ekuitas perusahaan Rp72,58 triliun pada tahun 2020.

Sementara, total liabilitas perusahaan sebesar Rp108,19 triliun dengan ekuitas Rp72,58 triliun. Kendati demikian, MIND ID memiliki utang eksisting US$4,5 miliar setara Rp63 triliun terkait divestasi saham PTFI.

Langkah Erick Dipertanyakan

Ilustrasi Menteri BUMN Erick Thohir membongkar jajaran direksi maupun komisaris perusahaan pelat merah. Grafis: Deva Satria/Trenasia

Banyak pihak mempertanyakan arah bidak catur Menteri BUMN Erick Thohir yang mencopot empat direktur dan satu komisaris MIND ID secara bersamaan di tengah pencapaian kinerja sedang bagus-bagusnya.

Pengamat pertambangan Ferdy Hasiman adalah salah satu tokoh yang mempertanyakan alasan Erick menggantikan kepemimpinan Orias di MIND ID.

Menurut peneliti dari Alpha Research Database Indonesia ini, pergantian tersebut tidak cukup masuk akal jika diukur berdasarkan indikator performa keuangan perusahaan.

"Pak Orias kinerjanya lebih bagus, itu bisa diukur dari laba kuartal tiga yang naik," kata Ferdy ketika dihubungi TrenAsia.com, Selasa, 2 November 2021.

Pergantian Orias diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) MIND ID pada Jumat, 28 Oktober 2021.

Dalam rapat tersebut, Erick menggantikan empat direktur dan satu komisaris sekaligus, termasuk Orias yang menjabat sebagai Dirut MIND ID sejak November 2019.

Pergantian, dengan kata lain, 'pemecatan' terhadap Orias dkk dilakukan sebelum akhir periode yang dijadwalkan selama 4 tahun.

Menyusul penunjukkan sebagai Dirut MIND ID yang baru, Hendi pun mengajukan pengunduran diri kepada pemegang saham Semen Indonesia.

”Permohonan pengunduran Hendi Prio Santoso itu, akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham dalam waktu dekat," tutur Vita Maherni, Sekretaris Perusahaan SMGR dalam keterbukaan informasi awal pekan ini.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan bahwa perombakan yang terjadi pada induk holding BUMN tambang tersebut dilakukan untuk melakukan akselerasi transformasi industri tambang.

Selain itu, Kementerian BUMN ingin melakukan pengembangan hilirisasi industri tambang menuju integrated metal & mineral comprehensive upstream & downstream processing untuk memaksimalkan nilai tambah terhadap industri tambang dalam negeri.

Dan yang terpenting, sambungnya, pemerintah juga mendorong MIND ID menjadi motor penggerak terdepan dalam inisiatif pengembangan industri electric mobility nasional untuk mengurangi defisit devisa negara akibat net import energi serta pengurangan emisi karbon di sektor transportasi darat.

"Juga untuk mengakselerasi terciptanya ekosistem yang terintegrasi di sektor electric mobility dengan membuka peluang investasi dan kerja sama dengan player electric mobility global," katanya dalam keterangan resmi.

Berita Terkait