Harum Energy Tebar Dividen Rp100 Miliar untuk Tahun Buku 2020

June 11, 2021, 02:10 PM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Manajemen emiten pertambangan PT Harum Energy Tbk (HRUM) / Istimewa

JAKARTA – PT Harum Energy Tbk (HRUM) menyepakati pembagian dividen sebesar US$7 juta atau setara Rp100 miliar (asumsi kurs Rp14.400 per dolar Amerika Serikat) untuk tahun buku 2020.

Dalam prospektus resmi HRUM, setiap pemegang saham akan mendapat dividen sebesar Rp39,58 per saham.

Keputusan tersebut tertuang dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Selasa, 8 Juni 2021. Perseroan juga mengalokasikan sebesar US$51,8 juta untuk menambah saldo laba guna mendukung pengembangan operasional.

Adapun jadwal pembagian dividen tunai yang ditetapkan. akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen atau cum dividen di pasar regular dan negosiasi pada 16 Juni 2021. Sementara untuk pasar tunai pada 18 Juni 2021.

Jadwal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 17 Juni, sedangkan di pasar tunai pada 21 Juni 2021. Terakhir, tanggal pembayaran dividen tunai yakni 9 Juli 2021.

Laba Kuartal I-2021 Meroket

Sebagai informasi, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk HRUM sepanjang kuartal I-2021 tercatat sebesar US$17,61 juta atau setara Rp251,61 miliar (asumsi kurs Rp14.285 per dolar Amerika Serikat).

Nilai ini meroket hingga 2.044% dari realisasi laba periode tahun 2020 sebesar US$821.375 atau Rp11,73 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, total pendapatan HRUM malah turun sekitar 6,72% dari US$61,19 juta hingga 31 Desember 2020, menjadi US$57,08 juta pada triwulan pertama tahun ini.

Namun, pendapatan lain-lain perseroan terbang 9.804% dari US$93.603 pada akhir 2020 menjadi US$9,27 juta. HRUM juga tercatat menerima sejumlah dividen sebesar US1,56 juta pada kuartal pertama tahun ini. Di mana, selama periode tahun lalu tidak terdapat pos penerimaan dividen.

Beban Naik

Sejumlah beban HRUM turut mengalami kenaikan, kecuali beban lainnya yang susut signifikan secara tahunan dari US$5 juta menjadi hanya US$113.043 pada tiga bulan pertama 2021. Hal ini membuat beban pokok pendapatan dan beban langsung turun 30,31% yoy.

Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan pada triwulan I-2021 sebesar US$118,78 juta atau melesat 170,54% dibandingkan dengan periode 2020, sebesar US$43,91 juta. Utang bank HRUM naik US$67,8 juta atau tembus 100% dari posisi per 31 Desember 2020.

Sedangkan, utang usaha kepada pihak ketiga meroket 181,8% menjadi US$12,9 juta pada akhir Maret 2021 yang terutama disebabkan oleh kenaikan biaya pengerukan pada awal tahun ini sejalan dengan peningkatan volume pengerukan.

Adapun jumlah ekuitas HRUM naik menjadi US$476,48 juta pada 31 Maret 2021 dibandingkan dengan akhir Desember 2020 dengan nilai US$454,80 juta. Dengan demikian, keseluruhan aset perseroan berhasil terkerek 19,36% menjadi US$595,26 juta pada kuartal I-2021. 

Berita Terkait