Harum Energy Mau Lepas 136,98 Juta Saham Treasuri, Berapa Nilainya?

18 Agustus 2021 15:15 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Manajemen emiten pertambangan PT Harum Energy Tbk (HRUM) / Istimewa

JAKARTA – Emiten tambang batu bara dan nikel PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana melaksanakan penjualan/pengalihan sebanyak 136.982.100 lembar saham treasuri melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama Harum Energy, Ray Gunara mengatakan bahwa penjualan saham akan dimulai pada 1 September 2021 – 31 Agustus 2022. Perseroan juga telah menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai pelaksana penjualan saham tersebut. 

“Jumlah saham yang akan dijual melalui BEI maksimal sebanyak 136.982.100 lembar saham,” ujarnya melalui keterbukaan informasi, Rabu, 18 Agustus 2021.

Perseroan tidak menyebutkan berapa target harga yang dipatok dalam aksi korporasi ini. Namun, jika merujuk harga saham HRUM per 16 Agustus 2021 pada level Rp5.200 per lembar, maka perseroan berpotensi meraup dana sebesar Rp712,31 miliar melalui penjualan saham tersebut.

Melansir data RTI Business, perseroan memiliki 177.352.800 lembar saham treasuri dari hasil pembelian kembali (buyback). Jumlah tersebut setara dengan 6,56% dari seluruh saham HRUM. Dengan adanya penjualan tersebut, sisa saham treasuri HRUM nantinya menjadi 40.370.700 lembar.

Sebagai informasi, Harum Energy menargetkan produksi batu bara sebesar 3,5 juta ton sepanjang tahun 2021. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan target tahun lalu, yakni 2,8 juta ton. Adapun pasar penjualan tahun ini ditargetkan paling tinggi menyasar ke China dengan porsi 80%.

Kemudian, disusul oleh Thailand (8%), Bangladesh (7%), India (3%), dan Pakistan (2%). Negara-negara yang dibidik tersebut tidak jauh berbeda dari tujuan tahun-tahun sebelumnya. Namun, pada tahun lalu perseroan turut menyasar pasar Korea Selatan (11%) dan Filipina (1%).  

Berita Terkait