Harganya Melesat, Bursa Gembok Sementara Saham Bank Neo Commerce (BBYB)

25 Agustus 2021 12:00 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

PT Bank Neo Commerce Tbk. resmi menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II, setelah melakukan penambahan modal atau right issue Rp150 miliar pada Juli 2020. Dengan perubahan status tersebut, perseroan akan melakukan transformasi digital dengan sasaran pasar milenial. / Perseroan

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). Peningkatan harga saham yang signifikan membuat BEI memutuskan untuk melakukan cooling down atas saham BBYB.

BEI bakal melakukan penghentian sementara perdagangan saham BBYB mulai sesi pertama Rabu, 25 Agustus 2021. “Penghentian sementara perdagangan saham dilakukan di pasar reguler dan tunai,” jelas Bursa dalam pengumuman bernomor Peng-SPT-00123/BEI.WAS/08-2021.

Di masa penghentian sementara ini, otoritas bursa mengatakan penting bagi investor untuk mempertimbangkan seluruh fakta material atas perdagangan saham BBYB. Di sisi lain, bursa mendorong BBYB untuk memperhatikan keterbukaan informasi atas segala aksi korporasi perseroan.

“Pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan," tegas BEI.

Saham BBYB bergerak naik hingga 8,93% ke level Rp1.830 pada akhir perdagangan Selasa, 24 Agustus 2021. Gerak liar saham BBYB tampak dari pergerakan tiga bulan terakhir yang nilainya melesat 322,2%.

Sementara itu, secara tahun berjalan (year to date/ytd), saham BBYB telah menguat lima kali lipat lebih, yakni 534,7%. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy), saham BBYB melesat hingga 547,8%.

Selain mengalami penguatan signifikan, Bank Neo Commerce juga ditinggal salah satu pemegang saham terbesarnya, PT Asuransi sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau ASABRI. Komposisi kepemilikan ASABRI atas BBYB kini hanya tersisa 0,53%. Hal ini terungkap dalam keterangan BBYB di Bursa Efek Indonesia. Per 19 Agustus 2021.

ASABRI melepas 19,14 juta lembar saham BBYB. Bila mengacu pada harga saham BBYB pada perdagangan sesi dua Senin, 23 Agustus 2021 sebesar, ASABRI meraup dana setidaknya Rp30,63 miliar dari satu transaksi tersebut.

Padahal, ASABRI sempat menggenggam 18,62% saham BBYB pada awal tahun ini. Kendati demikian, transaksi penjualan terus dilakukan ASABRI di tengah upaya BBYB bertransformasi menjadi bank digital.

PT Akulaku Silvrr Indonesia masih menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) di BBYB dengan porsi kepemilikan 24,98% dan PT Gozco kapital sebesar 17,88%.

Berita Terkait