Harga Pupuk Naik, Produksi Pupuk Indonesia Turun Tipis Jadi 12,23 Juta Ton

06 Januari 2022 13:32 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Gudang PT Pupuk Indonesia (Persero). (Pupuk-indonesia.com)

JAKARTA -- Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pupuk, PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencapai target produksi pupuk tahun 2021 menjadi 12.235.419 ton, atau 100,1% dari rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) yang ditetapkan sebanyak 12.234.000 ton.

Jumlah produksi pupuk milik holding pupuk ini menurun tipis jika dibandingkan dengan produksi tahun 2020 yang mencapai 12,26 juta ton, atau 117% dari RKAP tahun 2020.

Penurunan jumlah produksi pupuk ini terjadi di tengah tren kenaikan pupuk internasional yang terjadi sejak Mei 2021 hingga tiga kali lipat.

Kenaikan harga pupuk didorong oleh kenaikan harga gas internasional menjadi sekitar US$25 per million british thermal unit (MMBTU) dari yang sebelumnya sekitar US$3 per MMBTU.

Direktur Produksi Pupuk Indonesia, Bob Indiarto mengatakan bahwa total produksi pupuk yang mencapai 12,23 juta ton ini terdiri dari erea sebesar 7.967.817 ton, NPK sebesar 3.169.247 ton, SP-36 sebesar 325.137 ton, ZA sebesar 759.194, ZK sebesar 14.024 ton.

Total realisasi produksi pupuk ini berasal dari PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda.

"Pencapaian ini berkat kerja keras para insan Pupuk Indonesia Grup yang selalu menjaga pabrik agar beroperasi secara optimal," katanya dalam keterangan pers, Kamis, 6 Januari 2022.

Dia menerangkan salah satu keberhasilan Pupuk Indonesia Grup mencapai target produksi di tahun 2021 karena mengimplementasikan manufacturing excellence dan sistem digital fertilizer guna memonitor seluruh aspek kinerja pabrik serta menunjang kinerja produksi.

Beberapa upaya yang berhasil dilakukan seperti peningkatan efisiensi bahan baku dan biaya pemeliharaan, meningkatkan reliability, serta menurunkan angka shutdown di pabrik.

Selain pupuk, lanjut Bob, Pupuk Indonesia Grup juga berhasil mencatatkan produksi non pupuk sebesar 7.285.533 ton di tahun 2021.

Angka ini setara 101,82% dari RKAP yang ditetapkan 7.155.250 ton. Adapun riniciannya amoniak 6.149.001 ton, asam sulfat 881.602 ton, asam fosfat 191.924 ton, ALF3 7.273 ton, HCL 15.878 ton, dan CO2 39.855 ton.

"Dengan begitu, total produksi Pupuk Indonesia Grup baik pupuk maupun non pupuk mencapai 19.520.950 ton atau 100,68 persen dari target 19.389.250 ton," pungkas Bob.

Bob pun mengapresiasi lima anak perusahaan Pupuk Indonesia yang telah menjaga produktivitas di setiap tahunnya.

"Ke depan kita akan tetap meningkatkan produktivitas demi mendukung program ketahanan pangan nasional," ungkapnya.

Berita Terkait