Harga IPO Adaro Minerals Indonesia (ADMR) Rp100 per Lembar

24 Desember 2021 09:15 WIB

Penulis: Vega Aulia

Editor: Vega Aulia

Ilustrasi perusahaan tambang. (tambang batu bara)

JAKARTA – Perusahaan batu bara PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menetapkan harga penawaran sebesar Rp100 per lembar dalam penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), atau batas kiri dari rentang Rp100-Rp125 per lembar dalam periode book building.

Anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO) ini menawarkan 6.048.580.000 lembar saham lewat IPO, atau mewakili 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO. 

Seperti dikutip dari prospektus yang dirilis Jumat, 24 Desember 2021, dengan harga tersebut perseroan bakal meraup dana IPO sebesar Rp604,8 miliar. 

Namun apabila terjadi kelebihan pemesanan pada penjatahan terpusat, sumber efek yang akan digunakan untuk memenuhi ketentuan penyesuaian alokasi efek untuk porsi penjatahan terpusat adalah saham baru yang diterbitkan Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya 558.501.500 saham yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan nilai nominal Rp100 setiap saham atau mewakili sebanyak-banyaknya 1,37% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO.

“Dengan asumsi terdapat penerbitan saham tambahan karena kelebihan pemesanan pada penjatahan terpusat, jumlah Penawaran Umum secara keseluruhan adalah sebanyak-banyaknya Rp660.708.150.000,” tulis prospektus.

Periode penawaran umum akan berlangsung pada 27-29 Desember 2021. Setelah seluruh proses IPO selesai, Adaro Minerals akan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Januari 2022. 

Perseroan telah menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. 

Terkait rencana penggunaan dana IPO, sekitar 58,83% akan digunakan untuk keperluan pemberian pinjaman kepada Perusahaan Anak, yaitu PT Maruwai Coal (MC) untuk belanja modal. 

Belanja modal tersebut mencakup antara lain perbaikan dan peningkatan kapasitas infrastruktur pertambangan batu bara serta infrastruktur pendukung, seiring dengan meningkatnya produksi batu bara dan biaya eksplorasi dalam rangka keperluan pengembangan teknik penambangan di Lampunut dalam kurun waktu 2022-2023. 

Sedangkan, sisanya akan digunakan oleh Perseroan untuk membayar kembali sebagian pokok atas pinjaman Perseroan dari PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Berita Terkait