Harga Gas Alam Melejit, Perusahaan Energi Rusia Gazprom Banjir Cuan Rp619,5 Triliun

01 September 2022 16:01 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Ananda Astri Dianka

MOSCOW - Perusahaan energi asal Rusia, Gazprom membukukan rekor laba bersih pada semester pertama tahun ini.

Periode ini, Gazprom dilaporkan meraup laba bersih sebesar 2,5 trilun rubel Rusia atau setara Rp619,5 triliun (asumsi kurs Rp247 per rubel Rusia). Angka ini tercatat naik 968 miliar rubel Rusia atau kisaran Rp239,8 triliun.

Atas laba yang didapat, Gazprom mempertimbangkan untuk membayarkan dividen pada para investor, di mana aksi ini tak dilakukannya pada tahun lalu.

Dewan pemegang saham merekomendasikan untuk membayar 51,03 rubel per saham atau setara Rp12.100. Sehingga total pembayaran menjadi 1,208 triliun rubel atau kisaran Rp299,3 triliun.

Sebagai informasi, rekor pembukuan laba bersih terjadi pada Gazprom meski Rusia telah dikenakan sanksi barat atas serangan ke Ukraina pada akhir Februari lalu. Sebagian besar sekutu barat di Eropa lantas bergegas mencari alternatif untuk pasokan Rusia. 

Inilah yang kemudian menimbulkan efek domino terhadap harga energi di Eropa, mengingat Kremlin merupakan salah satu pemasok gas alam terbesar di benua biru. Bahkan Dutch TTF, yang menjadi patokan harga gas alam di Eropa mencatatkan kenaikan hingga 1000% pada pertengahan tahun ini.

Sebelumnya, Gazprom dituduh menjadikan energi sebagai senjata membalas sanksi Barat dengan menghentikan aliran gas melalui pipa Nord Stream 1.

Pada beberapa waktu lalu, Gazprom memang mengumumkan bahwa perusahaan akan menghentikan pasokan gas untuk sementara lantaran adanya pemeliharaan. Namun sebelum ditutup, kapasitas aliran gas diketahui telah berkurang menjadi 20% dari kapasitas sebelumnya.

Tak hanya itu, Gazprom juga  sepenuhnya akan menutup aliran gas alam ke perusahaan utilitas utama Prancis, Engie Kamis lalu karena adanya ketidaksepakatan pembayaran.

Berita Terkait