Harga Emas Membaik, Archi Indonesia Raup Laba Bersih Rp472,43 Miliar

31 Juli 2021 21:22 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

Archi Indonesia/ Sumber: Archi Indonesia

JAKARTA – Emiten tambang emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) meraih pendapatan konsolidasian US$142,4 juta atau Rp2,06 triliun (dengan kurs Rp14.492 per dolar Amerika Serikat) pada semester I-2021. 

Angka ini naik sebesar 9%  dari pendapatan ARCI pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$130,1 juta atau Rp1,89 triliun.

“Kinerja keuangan Archi pada semester pertama tahun 2021 diuntungkan dari harga emas yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Direktur Utama ARCI Kenneth Roald Kennedy dalam siaran pers, dikutip Sabtu, 31 Juli 2021.

Kenaikan ini memang didukung oleh kenaikan harga rata-rata penjualan emas menjadi US$1.802 per ons dari sebelumnya US$1.656 per ons.

ARCI pun mencatat laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar US$75,5 juta atau Rp1,09 triliun pada semester I-2021. Pada periode yang sama tahun lalu, EBITDA tercatat sebesar US$71,7 juta atau Rp1,03 triliun.

Akhirnya, laba bersih pun melonjak 24% menjadi US$32,6 juta atau Rp472,44 miliar pada semester I-2021. Jumlah ini lebih besar dari laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar US$26,2 juta atau Rp379,69 miliar.

Sepanjang semester I-2021 ini, ARCI memproses 1,75 juta ons bijih emas. Jumlah ini meningkat 3% dibandingkan dengan 1,70 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Rata-rata kadar bijih emas yang diproses lebih rendah dari 1,81 g/t menjadi 1,66 g/t. Akibatnya, produksi emas lebih rendah 6% menjadi 81,6 kilo ons dibandingkan dengan 86,4 kilo ons pada periode yang sama tahun lalu.

Kenneth mengatakan ARCI dalam periode enam bulan pertama 2021 ini menyelesaikan pengembangan aktivitas penambangan dan pengupasan tanah (waste removal) tahap lanjut dari Pit Araren yang memiliki kadar emas lebih tinggi.

“Di mana kami telah berhasil melakukan transisi dari tahap 3 ke tahap 5,” ujarnya.

Strategi Semester II-2021

ARCI diharapkan dapat mencapai produksi emas sebesar 220-230 kilo ons pada 2021. Ini mencerminkan pertumbuhan produksi emas sebesar 5-10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kami berada dalam posisi untuk menghadapi semester kedua tahun ini dengan baik di mana sebagian besar bijih emas yang akan diproses untuk sisa tahun ini berasal dari Araren tahap 5,” ujar Kenneth.

Kenneth berharap keadaan akan jauh lebih baik pada 2022, seiring dengan ekspansi pabrik pengolahan yang telah mencapai efisiensi penuh. Menurutnya, ini akan berdampak secara langsung terhadap kenaikan produksi emas ARCI.

“Tim eksplorasi kami telah membuat kemajuan yang luar biasa di Koridor Timur dan Koridor Barat, dan kami mengantisipasi keberhasilan yang lebih jauh bedasarkan hasil awal menjanjikan yang telah kami terima,” tuturnya.

ARCI menemukan kadar bijih emas yang tinggi dari hasil pengeboran di lokasi cadangan emas Bima di Koridor Barat. Kenneth menyebut ini nantinya akan memberikan tambahan potensi cadangan emas baru bagi Archi pada masa mendatang.

Berita Terkait