Harga Batu Bara Membara Tembus US$200 per Ton, 5 Saham Tambang Terbang

29 September 2021 09:34 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Sukirno

Harga Batu Bara Membara Tembus US$200 per Ton, 5 Saham Tambang Terbang termasuk Adaro Energy (ADRO). Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (Trenasia.com)

JAKARTA – Kenaikan harga batu bara yang terus mencatat rekor ternyata diikuti dengan peningkatan harga saham emiten batu bara Tanah Air.

Dalam perdagangan Selasa, 28 September 2021, harga batu bara di pasar ICE Newcastle bahkan sudah tercatat sebesar US$206,25 per ton. 28 September 2021, harga batu bara di pasar ICE Newcastle bahkan sudah tercatat sebesar US$206,25 per ton.

Dalam sebulan terakhir, harga batu bara memang dalam tren bullish dengan peningkatan 22,56%. Sejak awal tahun hingga saat ini (year-to-date/ytd), harga batu bara bahkan meroket 160,87%. Ini pun membuat batu bara menjadi komoditas dengan kenaikan harga tertinggi tahun ini.

Naiknya harga batu bara ini terutama disebabkan oleh permintaan energi yang meningkat dari banyak negara memasuki musim dingin. Lalu, naiknya harga gas alam juga membuat energi batu bara lebih ekonomis yang membuat permintaan batu bara meningkat.

Naiknya harga batu bara ini pun diikuti oleh peningkatan harga saham dalam penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 28 September 2021. 

Tercatat, saham emiten-emiten batu bara ikut meningkat, seperti PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Harga saham BOSS berhasil terkerek 29,35% ke level Rp119 per saham. Lalu, BUMI juga berhasil meningkat 21,43% dari level gocapan ke level Rp68 per saham. Harga BUMI ini bahkan ditutup hingga menyentuh batas atas.

Sementara itu, INDY tercatat meningkat 19,34% ke level Rp1.820 per saham dan BYAN menguat 16,67% ke posisi Rp21.350 per saham. ADRO juga tercatat naik 15,23% ke level Rp1.740 per saham.

Dengan harga batu bara dalam perdagangan kemarin yang masih meningkat, menarik untuk melihat apakah emiten batu bara kembali mencatatkan peningkatan dalam perdagangan hari ini.

Berita Terkait