Harga Batu Bara Melejit, Bukit Asam Naikkan Target Produksi Jadi 30 Juta Ton

22 Juli 2021 11:07 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Aktivitas tambang batu bara PT Bukit Asam/ Kaltim Post

JAKARTA – Harga batu bara ICE Newcastle naik 5,35% dalam sepekan terakhir. Bahkan, harga produk tambang ini sempat melejit hingga US$153,7 per ton pada 19 Juli 2021. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi setidaknya sejak 2008.

Tingginya harga tersebut memberikan peluang bagi perusahaan batu bara untuk menggenjot produksi demi mendulang cuan. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), misalnya, emiten ini menaikkan target produksi batu-bara dari 29,5 juta ton menjadi 30 juta ton pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Apollonius Andwie mengungkapkan, kenaikan harga batu bara menjadi kesempatan bagi perseroan untuk meningkatkan produksi. “Kami membuka peluang untuk meningkatkan kembali produksi batu baranya pada sisa tahun ini,” mengutip keterangan tertulis, Kamis, 22 Juli 2021.

Selain itu, optimisme perseroan juga didorong oleh komitmen pemerintah dalam menambah kuota produksi batu bara nasional. Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menaikkan target produksi batu bara 2021 dari 550 juta ton menjadi 625 juta ton.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 66.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 255.K/30/MEM/2020 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri Tahun 2021.

Tingkatkan Porsi Ekspor

Apollonius menambahkan, penjualan perseroan juga mulai menunjukkan sinyal positif di tengah pemulihan ekonomi. Hingga saat ini, pasar domestik masih menjadi kontributor utama penjualan batu bara Bukit Asam. Meskipun demikian, perseroan juga berencana meningkatkan porsi penjualan ke pasar luar negeri.

Berdasarkan laporan keuangan mutakhir per kuartal I-2021, total pemasaran batu bara Bukit Asam tercatat 2,16 juta ton. Rinciannya, sebanyak 79% untuk pasar domestik, dan sisanya sejumlah 21% untuk pasar luar negeri, yang didominasi oleh India dengan total 8% dari seluruh pemasaran perseroan.

Sebulan setelahnya, total pemasaran batu bara Bukit Asammeningkat sedikit menjadi 2,18 juta ton. Sejalan dengan hal tersebut, persentase ekspor perseroan pada periode April 2021 turut melonjak menjadi 38%. India masih menjadi tujuan utama ekspor, yakni dengan porsi 11%, di susul China sebesar 10%.

Adapun total pendapatan perseroan pada kuartal I-2021 mencapai Rp3,99 triliun. Sementara itu, net profit Bukit Asam sekitar Rp500 miliar dengan EBITDA Rp890 miliar. Di sisi lain, kas dan setara kas perseroan tercatat sebanyak Rp4,34 triliun.

 

Berita Terkait