Hampir Rampung, Progres Pembangunan Bendungan Semantok di Nganjuk Sudah 90 Persen

07 Juni 2022 17:39 WIB

Penulis: Liza Zahara

Editor: Liza Zahara

Pembangunan Bendungan Semantok di Nganjuk Hampir Rampung, Progres Capai 90 Persen/ Foto: Kementerian PUPR (null)

JAKARTA - Bendungan Semantok yang akan memperkuat ketahanan air dan pangan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur mencapai tahap akhir konstruksi.  Pembangunan bendungan yang menjadi salah satu Proyek Strategi Nasional (PSN) ini telah mencapai 90%. Bendungan ini ditargetkan memulai pengisian awal (impounding) pada akhir Juni 2022.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan secara nasional akan terus dilanjutkan dengan infrastruktur produksi pertanian yang berkelanjutan.

"Jadi, pembangunan bendungan beserta jaringan irigasinya dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya pasti mengalir sampai ke sawah petani," kata Basuki dalam keterangan resmi, Senin, 6 Juni 2022.

Bendungan Semantok berlokasi di Dusun Kedungpingit, Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso Nganjuk. Bendungan ini didesain dengan kapasitas tampung sebesar 32,67 juta meter kubik (m3) yang bersumber dari aliran Sungai Semantok.

Bendungan ini juga dilengkapi dengan jaringan irigasi yang berfungsi sebagai penyalur air pada saat musim kemarau untuk mencegah kekeringan pada areal sawah 1.900 hektare (Ha).

Kemudian terdapat area genangan seluas 365 Ha sehingga Bendungan Semantok mampu mereduksi risiko banjir 137 m3/detik pada wilayah hilir yang dialiri Sungai Semantok pada musim hujan.

Tidak hanya itu, Bendungan Semantok juga berfungsi sebagai upaya pemeliharaan sungai di wilayah hilir bendungan sebesar 30 liter/detik dan penyedia air baku 312 liter/detik untuk Kecamatan Rejoso. Serta memiliki potensi sebagai destinasi pariwisata di Jawa Timur yang dapat menumbuhkan ekonomi lokal.

Pembangunan bendungan ini dilaksanakan sejak Desember 2017 dan dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sungai Brantas, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR dalam dua paket pengerjaan.

Paket satu oleh kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya (Persero) - PT Pelita Nusa Perkasa, KSO dan paket dua menggandeng PT Hutama Karya (Persero) (PTHK) - PT Bahagia Bangunnusa, KSO dengan nilai Rp1,17 triliun. 

Berita Terkait