Halo IKM, Kemenperin Luncurkan Program DAPATI untuk Pacu Daya Saing

13 September 2021 14:05 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Nampak sejumlah pengunjung tengah menikmati santapan dengan suasana tropis Pulau Bali yang ada di kawasan Alam Sutra, Tangerang Selatan, Minggu 5 September 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi (DAPATI) untuk memacu produktivitas dan daya saing industri nasional.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi menjelaskan, program tersebut merupakan pemberian bantuan pendanaan untuk pelayanan jasa konsultansi teknis para pelaku industri.

“Harapannya, bisa membantu menyelesaikan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam rangka meningkatkan efisiensi, produktivitias, nilai tambah, dan daya saing,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, 13 September 2021.

Adapun skema pembiayaan DAPATI, yakni 75%:25%, dengan maksimal 75% pendaanaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui BSKJI, serta 25% sisanya dari IKM itu sendiri.

Seperti diketahui, pemerintah telah menargetkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi 50% pada tahun 2024. Hal ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Doddy menambahkan, pada tahun lalu terdapat dua IKM pengolahan atsiri yang mendapatkan pendampingan dari Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK), yaitu PT Pemalang Agro Wangi dan CV Virly.

Pendampingan tersebut memberikan materi terkait kemasan serta perolehan izin edar, serta pembuatan personal care  berbasis atsiri.

Sementara itu, pada tahun ini IKM yang mendapatkan pendampingan BBKK melalui program DAPATI adalah PT Indosains Niaga Sejahtera, CV D’ Rempah, dan CV Tri Utami Jaya.

Pendampingan yang diberikan berupa Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), pemilihan jenis dan desain kemasan, pemilihan bahan baku, peningkatan kualitas mutu dengan perbaikan proses produksi, serta meningkatkan daya saing produk secara keseluruhan.

Berita Terkait