Hai Gaes… Investasi Emas Bisa Pakai Dompet Digital DANA Lho.. Cuma Rp10.000-an

August 09, 2020, 07:03 AM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

JAKARTA – Di tengah meroketnya harga emas dunia, dompet digital PT Easpay Debit Indonesia Koe (DANA) menghadirkan fitur investasi emas dengan nama DANA eMAS.

Dengan begitu, perusahaan financial technology (fintech) pembayaran satu ini akan menyaingi Tokopedia serta Bukalapak yang lebih dahulu meluncurkan layanan serupa.

CEO sekaligus Co-Founder DANA, Vincent Iswara mengatakan bahwa fitur baru ini diharapkan dapat menjadi alternatif masyarakat dalam berinvestasi.

“Di tengah kondisi ketidakpastian akibat pandemi COVID-19, kami melihat masyarakat mulai mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dan memilih berinvestasi jangka panjang dengan membeli emas,” kata Vincent melalui keterangan resmi yang diterima TrenAsia.com, Sabtu 8 Agustus 2020.

Produk satu ini merupakan hasil kolaborasi dengan platform investasi, Pluang. Pengguna DANA bisa membeli emas minimal 0,01 gram dengan harga Rp10.000. Selain itu, pengguna DANA juga bisa membeli emas  dengan memanfaatkan program cicilan 3 sampai 24 bulan.

Terdaftar Bappebti

Fitur DANAeMAS diperuntukkan bagi pemilik akun DANA premium. Bagi yang tidak memiliki akun premium, pengguna bisa mengaktifkannya hanya bermodalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan swafoto atau selfie.

Walaupun tidak menyediakan emas fisik, Vincent menjamin keamanan transaksi. Dia menegaskan bahwa Pluang berada di bawah PT PG Berjangka yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Sedangkan emas nasabah akan disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

”Dengan begitu, semua transaksi yang terjadi tidak hanya tercatat dalam aplikasi, tapi juga tercatat di badan pemerintah yang berwenang, yaitu Bappebti. Fisik emas yang disimpan dijamin oleh KBI yang statusnya adalah BUMN,” jelasnya.

Sebelum dengan DANA, Pluang terlebih dulu bekerja sama dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia), menghadirkan fitur bernama GoInvestasi. Fitur ini dirilis Gojek pada bulan Juni 2020. (SKO)