Habiskan Weekend ke Yogyakarta, Tanpa Penyekatan Tetap Patuhi Prokes

06 September 2021 06:25 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, meresmikan pengoperasian Kereta Api (KA) Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) / Dok. Kemenko Marves (Maritim.go.id)

SURAKARTA - Pada Jumat, 3 September lalu penulis beranjak ke Yogyakarta. Bukan untuk liburan, kepentingan penulis melakukan perjalanan antar provinsi dilakukan demi mengejar vaksinasi non domisili yang akan dilakukan oleh beberapa keluarga penulis.

Bebekal undangan vaksinasi yang diselenggarakan di JEC dan sertifikat vaksin bagi keluarga lain yang sudah melakukan vaksin lengkap, kami melakukan perjalanan ke Kota Gudeg tersebut beramai-ramai.

Perjalanan tentu saja dilakukan dengan mematuhi prokes. Meski keluarga, kami menggunakan masker dan juga membawa cairan pembersih sendiri-sendiri.

Penulis pergi menggunakan sebuah mobil dan mengangkut sekitar 8 orang selama perjalanan.

Menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dari kota Solo, perjalanan menuju Yogyakarta ramai lancar tanpa adanya penyekatan. Berangkat dari pukul 6 sore, kami tiba di Yogya sekitar pukul 7.30 petang.

Jalanan dari Solo ke Yogya tergolong ramai lancar. Selama perjalanan, jalan Jogja-Solo didominasi oleh kendaraan pengangkut seperti truk. Namun tak jarang juga kami menemui sejumlah mobil kecil dengan plat luar kota dan luar provinsi Jawa tengah.

Tak lebih ramai dibanding sebelum pandemi

Setelah melakukan vaksinasi, kami memutuskan untuk tinggal di sebuah homestay. Lantaran weekend, kamar homestay dinyatakn penuh saat penulis mulai check-in.

Berdasarkan pengamatan penulis selama menghabiskan akhir pekan di Yogya, kondisi kota tersebut tidaklah seramai saat pra-pandemi.

Jika biasanya pada akhir pekan pra-pandemi kota Yogya macet dipenuhi kendaraan plat luar, maka kali ini jaanan kota cenderung padat dan lancar.

Angkutan umum seperti Bus Trans Jogja dan delman masih beroperasi. Namun jumlahnya tidaklah banyak berdasrkan pengamatan.

Untuk plat mobil yang beredar juga beraneka macam. Ada beberapa plat nomor dari luar kota, namun ada juga yang memang berasal dari Yogya.


Kembali ke Solo tanpa hambatan

Seperti saat keberangkatan, kepulangan kami ke Solo lancar tanpa ada hambatan dan penyekatan. Meski demikian, di jalanan Klaten sempat macet selama 15 menit lantaran adanya lampu merah.

Biasanya, saat memasuki kota Solo sering terjadi penyekatan di daerah tugu mahkota. Berhubung penulis membawa kendaraan berplat nomor Jakarta, kami sempat merasa waswas disuruh putar balik.

Meski begitu, kami sedia amunisi lantaran seluruh keluarga memang berdomisili di Kota Solo dan membawa Surat yang Lengkap.  

 

Berita Terkait