Habiskan Rp400 Miliar, Produksi Massal Vaksin Merah Putih Ditarget Akhir 2021

April 14, 2021, 02:33 PM UTC

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Nampak sejumlah petugas kesehatan tengah melaksanakan kegiatan vaksin di Pos Pelayanan Vaksinasi Drive Thru yang berlokasi di West One City Cengkareng Jakarta Barat,Rabu 10 Maret 2021. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap pengembangan vaksin merah putih menelan biaya Rp400 miliar.  Vaksin tersebut ditargetkan dapat diproduksi massal pada akhir 2021.

Terdapat enam institusi yang mengembangkan vaksin buatan dalam negeri ini. Enam lembaga tersebut antara lain, Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Anggaran ini berasal dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). “Alokasi anggaran sudah disiapkan untuk mendukung penelitian vaksin-vaksin ini,” jelas Menkes Budi dalam lokakarya Pengawalan Vaksin Merah Putih yang dilansir Youtube Badan POM RI, Rabu 14 April 2021.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengabarkan vaksin merah putih tengah memasuki uji praklinik dengan menguji coba efikasi kepada hewan.

Pengembangan vaksin merah putih, kata Bambang, bakal diupayakan dengan menyertakan varian baru COVID-19. Hal ini menjadi harapan agar vaksin merah putih ampuh terhadap empat varian virus corona yang teridentifikasi di Indonesia, yakni varian D614G, B117, N439K, dan E484K.

“Kita harus selalu mengupdate hasil penelitian kita, agar selalu relevan dan berguna bagi upaya kita menjaga kesehatan masyarakat, serta upaya kita untuk mengendalikan pandemi ini dengan baik,” ucap Bambang dalam kesempatan yang sama.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti menegaskan bakal mengawal secara ketat proses uji coba vaksin merah putih.  Penny bakal terus mengevaluasi penelitian vaksin merah putih agar selalu memenuhi persyaratan good laboratory practice (GLP).

“Terdapat standar yang harus diimplementasikan untuk memastikan hasil-hasil pengujian valid dan memenuhi kaidah standar yang berlaku secara internasional. Standar ini diperlukan untuk menghasilkan vaksin yang aman, berkhasiat dan bermutu,” jelas Penny