Habiskan Rp684 Miliar, Hutama Karya Bangun Open Access Kilang Kasim Pertamina

04 September 2021 17:38 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

Proyek PT Hutama Karya (Persero) untuk mendukung Kilang Kasim PT Pertamina (Persero) di Sorong, Papua Barat. (Dokumentasi Hutama Karya)

JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) sedang mengebut penyelesaian proyek joint operation (JO) EPC pembangunan open access refinery unit (RU) atau Kilang VII Kasim milik PT Pertamina (Persero) di Sorong, Papua Barat.

Proyek yang memiliki nilai Rp684 miliar ini dimulai sejak 22 Januari 2021. Proyek diharapkan dapat selesai tepat waktu dan mutu sesuai target, yaitu pada akhir 2022 mendatang.

Direktur Operasi II Hutama Karya Ferry Febrianto mengatakan bahwa dalam proyek ini cakupan pekerjaan porsi Hutama Karya meliputi seluruh fase EPC pada 4 buah tangki berkapasitas masing-masing 110 mega barel, dermaga/jetty berkapasitas 50.000 DWT serta fasilitas pendukungnya dan juga piping.

“Tantangan utama yang kita hadapi adalah remote-nya lokasi proyek yang menyulitkan pendatangan material, alat, dan 500 tenaga kerja, adanya jetty eksisting yang terdekat dari lokasi pekerjaan membuat pendatangan material dan alat ini menjadi lebih mudah,” ujar Ferry dalam siaran pers, dikutip Sabtu, 4 September 2021.

Ferry juga menjelaskan bahwa pengerjaan pembangunan open access tidak hanya sekadar untuk berfokus pada pembangunan internal saja tetapi Hutama Karya juga telah membantu warga di sekitar dengan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

“Pembangunan open access ini tidak hanya bermanfaat setelah proyek selesai, namun kami juga memperbaiki jalan akses warga yang dilintasi oleh material proyek serta warga sekitar,” jelasnya.

Proyek open access merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berguna untuk mempertahankan stabilitas suplai dan stok minyak mentah, sehingga BBM dari Kilang Kasim ke wilayah Indonesia Timur (Maluku, Papua, Papua Barat) tetap terjaga.

“Dalam pelaksanaan pekerjaan, perusahaan selalu patuh menerapkan zero accident dan protokol pencegahan COVID-19 kepada para pekerja proyek selama pengerjaan proyek,” tutur Ferry.

Proyek pembangunan open access dikerjakan dengan menggunakan teknologi floating roof pada storage tank untuk meminimalisisasi output dari hasil penguapan sehingga emisi tetap terjaga sesuai dengan regulatory compliance.

Berita Terkait