Habiskan Rp54,7 Miliar, Begini Kelanjutan Pembangunan 5 Kawasan Pariwisata Unggulan

12 Agustus 2021 16:00 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Rizky C. Septania

Ilustrasi destinasi wisata pantai. / Pixabay

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali melanjutkan pembangunan di lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) unggulan prioritas.

Lima lokasi tersebut, yakni Morotai di Maluku Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Raja Ampat di Papua Barat, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pada tahun ini programnya difokuskan pada peningkatan kualitas rumah swadaya. Saat ini, sebanyak 900 unit rumah telah disalurkan di lima lokasi tersebut dengan alokasi sebesar Rp54,7 miliar.

“Kami mendorong pelaksanaan Program Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya Mendukung Pariwisata atau dikenal juga dengan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta),” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 12 Agustus 2021.

Pembangunan rumah wisata ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2020. Basuki bilang, tujuannya untuk meningkatkan kualitas rumah warga di sekitar kawasan pariwisata.

Diharapkan, rumah ini bisa dimanfaatkan sekaligus untuk usaha pondok wisata (homestay) sehingga ikut mendorong perekonomian masyarakat setempat. Dalam hal ini, lanjutnya, desain Sarhunta dimodifikasi lebih modern, tetapi tidak meninggalkan kearifan lokal.

Untuk Sarhunta di KSPN Morotai, misalnya, pembangunan dilakukan di permukiman warga di Desa Galo Galo, Kecamatan Morotai Selatan. Hingga Juni 2021, pembangunan Sarhunta di sana mencapai 170 unit dengan progres fisik 28,88%.

Selanjutnya di Tanjung Kelayang, sudah ada sebanyak 90 unit dengan progres 35,50% dan di Raja Ampat sebanyak 90 unit dengan progres 41,48%.

Sementara itu, di Wakatobi sudah terbangun 120 unit dengan progres 26,63% dan di Bromo-Tengger-Semeru sebanyak 430 unit progres fisik 31,74%.

Seperti diketahui, lima KSPN unggulan tersebut merupakan bagian dari sepuluh destinasi wisata yang diklaim sebagai “Bali Baru”.

“Dengan terbangunnya infrastruktur pendukung KSPN, diharapkan bisa meningkatkan produktivitas sektor pariwisata. Dengan demikian, dapat menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal,” ungkap Basuki.

Berita Terkait