Habiskan Dana Rp4,9 Triliun, Tol Pulo Gebang-Kelapa Gading Diresmikan Jokowi

24 Agustus 2021 01:00 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

jalan tol

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Pulo Gebang-Kelapa Gading pada Senin, 23 Agustus 2021. Jalan tol sepanjang 9,3 kilometer ini menghabiskan anggaran senilai Rp4,918 triliun.

"Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan, dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim Jalan Tol Segmen Kelapa Gading-Pulo Gebang pada pagi hari ini saya nyatakan diresmikan," ujarnya dalam acara peresmian di Gerbang Tol Cakung, Jakarta Timur, Senin pagi, mengutip Sekretariat Kabinet.

Jokowi mengatakan, jalan tol ini merupakan bagian dan melengkapi dari jalan tol metropolitan Jabodetabek atau sering disebut dengan 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta tahap 1 ruas Semanan-Pulo Gebang. Jalan tol ini juga bagian juga dari Lingkar Dalam Jakarta dan Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road).

Kepala Negara berharap, Jalan Tol Pulo Gebang-Kelapa Gading ini dapat berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat, terutama untuk menekan biaya logistik dan menghemat waktu tempuh.

"Karena jalan tol ini juga terkait dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Marunda dan juga terhubung juga dengan Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga akan memperkuat, meningkatkan daya saing kita," katanya.

"Juga utamanya, mobilitas orang di Jakarta akan semakin baik, mobilitas barang antara Kota Jakarta dengan sekitarnya juga akan semakin baik," imbuh Jokowi.

Proyek jalan tol Kelapa Gading-Pulo Gebang dikerjakan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui skema pendanaan swasta sejak tahun 2017.

Pembangunan jalan tol ini dikelola oleh BUJUT PT Jakarta Tollroad Development (JTD) dan kontraktor pelaksana PT Jaya Konstruksi dan PT Adhi Karya.

Jalan tol ini merupakan salah satu dari enam ruas tol dalam kota yang akan terintegrasi dengan sistem jaringan angkutan umum lainnya seperti kereta api dan Busway sehingga dapat mendorong penggunaan angkutan umum dan mengurangi kemacetan.

Jokowi meminta agar model pembiayaan yang memadukan anggaran bauran pendanaan, baik itu antara kementerian dengan BUMN, Kementerian BUMN dengan swasta atau modal KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha) bisa dilakukan di masa  mendatang.

"Saya berharap skema-skema pembiayaan seperti ini bisa digunakan dalam pembangunan infrastruktur di seluruh provinsi di pelosok tanah air, sehingga akan mampu mengatasi ketimpangan antardaerah, antarprovinsi dalam pembangunan infrastruktur. Dan kita harapkan akan mempercepat konektivitas nasional kita," ungkapnya.*

Adapun setelah tahap 1 rampung seluruhnya, akan dilanjutkan tahap II yang meliputi ruas Duri Pulo-Kampung Melayu dan Kampung Melayu-Kemayoran, serta tahap III terdiri dari ruas Ulujami-Tanah Abang dan Tanjung Barat-Kasablanka.*

Tags:jokowi

Berita Terkait