Habiskan Rp508,1 Miliar, PTPP Mulai Penataan Kawasan Suci Pura Besakih Bali

02 Agustus 2021 21:32 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

Gambar perencanaan penataan kawasan Manik Mas di kawasan suci Pura Besakih, Bali. Foto: Kementerian PUPR (Kementerian PUPR)

JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang konstruksi PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) memulai penataan kawasan suci Pura Besakih di Bali. Proyek yang menghabiskan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Rp508,1 miliar ini diharapkan selesai Maret 2022.

Kontrak yang didapatkan PTPP berbentuk kontrak tahun jamak menggunakan APBN tahun anggaran 2021-2022. PTPP bertindak sebagai kontraktor pelaksana dan PT Ciriajasa Cipta Mandiri sebagai manajemen konstruksi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan penataan kawasan tidak akan menyentuh area bangunan utama Pura Besakih yang digunakan sebagai tempat ibadah.

“Yang terpenting dari penataan kawasan ini untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung yang beribadah dan berwisata. Karena menurut informasi, saat ada upacara besar kondisinya akan sangat ramai,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 2 Agustus 2021.

Penataan kawasan suci Pura Besakih ini memang dilakukan untuk menyambut kegiatan ritual seperti Upacara Tawur Labuh Gentuh dan Mrebu Gumi yang akan diadakan pada Maret 2022. Dengan kemungkinan adanya keramaian, alur keluar masuk kawasan pun dibuat berbeda agar tidak ada penumpukan.

Penataan kawasan tersebut mencakup dua hal. Pertama, peningkatan kapasitas tempat parkir pada Area Manik Mas beserta penataan sarana dan prasarana penunjangnya. Kedua, penataan bangunan dan utilitas dalam rangka pelindungan kawasan Pura Agung Besakih di area masuk atau Area Bencingah.

Pelaksanaan konstruksi pada Area Manik Mas merupakan pembangunan gedung parkir setinggi 4 lantai seluas 55.201 m2. 

Gedung parkir ini meliputi lantai ground berkapasitas 5 bus besar dan 61 bus medium, lantai basement I berkapasitas 378 mobil, basement II berkapasitas 459 mobil, serta basement III berkapasitas 532 mobil.

Kemudian basement IV untuk area pengelolaan sampah dan limbah, Bale Pesandekan seluas 543,6 m2, Pura Melanting berukuran 250 m2, dan kios pedagang (18 kios besar berukuran 4 m x 6 m dan 12 kios kecil berukuran 2,5 m x 3 m).

Selanjutnya, toilet sebanyak 113 bilik, bangunan anjung pandang (view point) dengan luas tapak 64 m2, jalan akses masuk dan keluar ke gedung parkir, dan jalan menuju Pura Titi Gonggang beserta utilitasnya.

Di Area Bencingah, penataan dilakukan untuk pembangunan kios pedagang sebanyak 358 kios dengan luas total bangunan 7.587 m2 meliputi 196 kios besar (berukuran 4 m x 6 m) dan 162 kios kecil (berukuran 2,5 m x 3 m).

Lalu, toilet 54 bilik, Bale Pesandekan seluas 414 m2, pembangunan 2 unit Bale Gong seluas  108 m2 dan 75 m2, pekerjaan pelataran, area bermain anak-anak, dan area parkir seluas 1.266 m2.

Pura Besakih di Kabupaten Karangasem terletak sejauh kurang lebih 52 km dari Denpasar dan dapat ditempuh melalui jalur darat selama 1,5 jam. Kawasan tersebut memiliki sebuah pura pusat atau disebut Pura Penataran Agung Besakih dengan dikelilingi 18 pura pendamping.

Berita Terkait