Gunung Semeru Meletus, BTS Indosat, XL Axiata, dan Smartfren Masih Tak Beroperasi

07 Desember 2021 03:30 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Sukirno

Kondisi terkini wilayah yang terkena erupsi Gunung Semeru / Twitter @BNPB_Indonesia (@BNPB_Indonesia)

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate melaporkan, erupsi Gunung Semeru mengakibatkan aliran listrik padam di beberapa lokasi sehingga sebagian Base Transceiver Station (BTS) operator seluler tidak dapat digunakan.

Selain itu, erupsi juga menyebabkan keruntuhan beberapa jembatan yang sehingga memutus kabel jaringan telekomunikasi/backbone beberapa operator seluler.

“Kami melakukan langkah-langkah cepat untuk memastikan kualitas jaringan telekomunikasi di sekitar Gunung Semeru dan mendorong para penyelenggara layanan untuk melakukan tindak lanjut yang diperlukan,” kata Jhonny dalam laman resmi Kominfo, Senin 6 Desember 2021.

Per 6 Desember 2021 pukul 10.30 WIB, beberapa operator telekomunikasi mengalami kendala jaringan akibat tidak beroperasinya beberapa site BTS. Rinciannya, PT Indosat Tbk (ISAT) sebanyak 8 site BTS, PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebanyak 4 BTS, dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) sebanyak 7 site BTS. Sebelumnya, sebanyak 10 site BTS milik Telkomsel juga sempat mengalami offline namun saat ini telah kembali beroperasi.

Beberapa operator seluler yang sampai sekarang masih mengalami kendala jaringan akibat putusnya backbone meliputi XL Axiata untuk jalur yang menghubungkan hut (pelindung kabel) Pasirian dan hut Pagedangan serta Biznet untuk jalur backbone sisi selatan Malang sampai dengan Lumajang. 

Sebelumnya, sebanyak 2 ruas kabel PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga terputus namun telah dilakukan pengalihan/rerouting ke ruas lainnya sehingga layanan secara umum telah kembali normal per 5 Desember 2021. Selain itu, jaringan backup backbone milik operator Fiberstar juga terdampak namun kini telah dimitigasi dengan menggunakan link Huawei Malang - Surabaya.

“Saat ini sedang dilakukan tindakan mitigasi berupa penyiapan genset untuk menghidupkan kembali BTS yang mati,” lanjut Jhonny.

Sementara untuk jalur backbone yang putus, sambungnya, para operator seluler tengah mencari backup jaringan yang tersedia dan jalur alternatif lainnya yang terdekat dengan jalur eksisting sebagai penyalur jaringan komunikasi lainnya.

“Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan jaringan telekomunikasi dan meminta operator seluler untuk segera melakukan pemulihan terhadap site seluler yang masih belum beroperasi dan rerouting backbone yang terputus. Sehingga layanan telekomunikasi dapat digunakan kembali secara normal oleh masyarakat sekitar.”

Berita Terkait