Gunakan E-Commerce, Transaksi RS Components Naik 30 Persen

JAKARTA – Perusahaan distributor global komponen elektronik, listrik dan industri, RS Components mencatat peningkatan jumlah transaksi pada kuartal IV-2020 sebanyak 30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 di pasar Indonesia. Capaian ini didukung oleh peluncuran situs e-commerce lokal yang dijalankan perusahaan pada Juli 2020 lalu.

Melalui website tersebut, RS Components menawarkan akses pada pelanggan Indonesia ke lebih dari 60.000 produk elektronik dari merek terpercaya, seperti Schneider Electric, Fluke, TE Connectivity, Phoenix Contact, ABB, dan Omron. RS Components juga menjual produk merek dagang perusahaannya sendiri, yaitu RS Pro.

Business Development Manager RS Components Indonesia, Edwin Ginting mengatakan, pihaknya berhasil melewati tantangan yang dihadapi para pemasok, pelanggan, dan tim di masa pandemi. Hal ini berkat kemampuan digital, jaringan global, serta fokus perusahaan pada kesejahteraan masyarakat.

“Pandemi ini mempercepat transformasi digital untuk bisnis dan konsumen. Selama masa karantina, pelanggan dapat berbelanja dan merasakan manfaat layanan e-commerce kami hanya dengan handphone atau laptop,” ujarnya kepada reporter TrenAsia.com, Selasa 5 Januari 2021.

Ia bilang, kenyamanan dan kemudahan yang sama juga diberikan kepada pelanggan pelaku bisnis (business-to-business/B2B). Oleh karena itu, RS Components terus berupaya menyederhanakan proses pengadaan dan memastikan pelanggan dapat mengakses pemesanan lewat platform e-commerce dari tempat kerja mereka.

“Dengan melakukan transaksi lewat situs e-commerce kami, pelanggan memiliki akses ke fitur tambahan untuk membantu menyederhanakan proses pembelian barang. Interaksi online ini juga didukung oleh staf lokal kami di Indonesia dengan servis pelanggan dan tim teknis untuk memudahkan prosedur,” tambahnya.

One Stop Shop

Didirikan pada tahun 1937 di London, saat ini RS Components menyediakan lebih dari 2.500 merek global produk industri dan elektronik bagi produsen, insinyur dan pengadaan spesialis. Perusahaan juga memiliki jaringan global dengan kantor yang tersebar di kawasan Asia Pasifik, Eropa dan Amerika Utara.

“Dengan jaringan global yang kami miliki, memungkinkan untuk memberikan layanan pengiriman yang cepat. Kami memiliki pusat distribusi di Asia Pasifik yang akan mengantar barang Anda di Indonesia dan akan diterima, tiga hingga lima hari,” ucap Edwin.

Ia menjelaskan, perusahaan menggunakan pendekatan omnichannel kepada para pelanggan setianya. Dengan begitu, mereka akan mendapat pengalaman one-stop-shop saat bertransaksi dengan RS Components.

Misalnya, jika seorang insinyur membutuhkan sejumlah perangkat dalam proyeknya, ia dapat menghubungi tim penjualan melalui sambungan telepon. Di sana, mereka bakal mendapatkan surat penawaran pertama sebelum terjadinya persetujuan mengenai harga alias quotation.

Setelah dirasa sesuai, pelanggan akan dijelaskan cara menyelesaikan pembelian di situs. Proses pembelian pun dapat diselesaikan tanpa perlu mengatur pertemuan atau tambahan kunjungan penjualan.

“Kami mengerti pentingnya menjaga mental, kesejahteraan emosional dan fisik dari orang dan memberikan dukungan bagi karyawan secara global untuk bisa tetap aman. Melalui ini, kami mampu melanjutkan operasi serta menjangkau produsen dan pelanggan yang membutuhkan bantuan kami agar mereka dapat melanjutkan bisnis seperti biasa,” tuturnya.

Tak sampai disitu, ekosistem RS Components juga menghubungkan insinyur dan spesialis yang disertai para pakar dalam satu komunitas global bernama DesignSpark. Anggota komunitas daring ini bahkan telah tembus satu juta pelanggan.

Yang tak kalah menarik, saat ini merek-merek seperti Phoenix Contact, Fluke, Schneider dan TE Connectivity tengah mengadakan diskon antara 10%-18% di situs RS Components. Pelanggan dengan pembelian pertama juga akan mendapat potongan harga hingga 20% untuk semua produk. (SKO)

Tags:
DesignSparkE-commerceelektronikOmnichannelRS Components
Drean Muhyil Ihsan

Drean Muhyil Ihsan

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: