Grup Sinarmas: Anak Usaha Dian Swastatika Sentosa Raih Fasilitas Pinjaman dari Bank Mega

14 September 2021 21:30 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Rizky C. Septania

Manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. / Dssa.co.id

JAKARTA – Perusahaan tambang dan listrik Grup Sinarmas PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) telah menandatangani fasilitas pinjaman dari PT Bank Mega Tbk (MEGA). Fasilitas pinjaman ini didapat melalui entitas anak DSSA, yaitu PT Surya Kalimantan Sejati (SKS).

Penandatangan fasilitas pinjaman untuk SKS ini terdiri atas fasilitas kredit investasi dengan plafon Rp156 miliar untuk jangka waktu 96 bulan dan fasilitas kredit modal kerja dengan plafon hingga Rp100 miliar selama 120 bulan.

“Fasilitas ini dijamin antara lain dengan aset entitas anak. Fasilitas ini akan digunakan antara lain untuk mendukung modal kerja SKS,” ujar Sekretaris Perusahaan DSSA Susan Chandra dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 14 September 2021.

Susan juga menyebutkan fasilitas pinjaman ini menyebabkan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) DSSA meningkat sekitar 1%.

Hingga semester I-2021, DER Dian Swastatika Sentosa tercatat sebesar 60,1% dengan liabilitas tercatat sebesar US$1,13 miliar dan ekuitas sebesar US$1,88 miliar

Mengutip laporan keuangan interim di Bursa Efek Indonesia (BEI), DSSA mencatatkan pendapatan sebesar US$937,57 juta atau setara Rp13,59 triliun (asumsi kurs Rp14.492 per dolar AS) pada semester I-2021. Jumlah ini meningkat 21,5% dari catatan semester I-2021 sebesar US$771,61 juta.

Pertambangan dan perdagangan batu bara menyumbang sebagian besar pendapatan sebesar US$834,77 juta, meningkat 43,7% dari sebelumnya US$581,05 juta. 

Selanjutnya perdagangan bersih tercatat sebesar US$49,11 juta, penyediaan TV kabel dan internet US$27,53 juta, konstruksi, jasa operasi, dan keuangan pembangkit listrik US$25,29 juta, serta lain-lain US$871.348.

Pada bottom line, DSSA pun mencatatkan laba bersih atau laba yang teratribusikan pada pemilik entitas induk sebesar US$43,92 juta (Rp636,54 miliar). Jumlah ini melonjak 95,6% dari catatan periode yang sama tahun lalu US$22,46 juta.

 

Berita Terkait