Grup Modalku Menutup Tahun 2022 dengan Realisasi Kredit UMKM Rp41,2 Triliun di 5 Negara

21 Januari 2023 14:00 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Yosi Winosa

Ilustrasi fintech lending Modalku. (Modalku)

JAKARTA - Grup Modalku menutup tahun 2022 dengan mencatat penyaluran kredit hingga Rp41,2 triliun melalui 5,1 juta transaksi untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lima negara, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Apabila dibandingkan dengan tahun 2021, nilai penyaluran kredit Modalku mencatat pertumuhan hingga 40%.

Kemudian, hingga akhir tahun 2022 jumlah pemberi dana (lender) Modalku tercatat sebanyak 230 ribu yang kebanyakannya berasal dari Pulau Jawa dengan persentase 83%.

Co-founder dan Chief Executive Officer (CEO) Modalku Reynold Wijaya mengatakan bahwa tahun 2022 bukanlah tahun yang mudah, termasuk untuk industri fintech lending.

"Namun, di samping itu kami sangat bersyukur karena di tengah kondisi ekonomi yang penuh dinamika, Modalku memperoleh pendanaan di awal tahun dari investor yang mampu memberi kesempatan bagi kami untuk tumbuh dan bertahan di tahun ini," ujar Reynold melalui keterangan resmi yang diterima TrenAsia, dikutip Sabtu, 21 Januari 2023.

Reynold pun mengatakan bahwa tahun 2022 adalah tahun kolaborasi, yang mana Modalku telah melaksanakan berbagai kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.

Co-founder dan Chief Operating Officer (COO) Modalku Iwan Kurniawan memprediksi UMKM akan tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian situasi ekonomi saat ini.

"Modalku akan terus melanjutkan komitmennya untuk memperkuat bisnis serta menjawab dan mengatasi tiga tantangan yang dialami oleh UMKM, di antaranya yaitu dengan menyediakan akses pendanaan, menghadirkan fasilitas transaksi, serta membantu mengelola arus transaksi UMKM," kata Iwan.

Untuk diketahui, di Indonesia sendiri, penyaluran kredit Modalku telah disalurkan ke berbagai industri.

Industri yang paling banyak menerima penyaluran kredit dari Modalku adalah sektor perdagangan, baik grosir dan eceran, dan termasuk pengusaha online dengan porsi sebesar 55%.

Kemudian, sektor yang menerima penyaluran terbanyak berikutnya adalah sektor jasa, termasuk industri pengolahan, konstruksi, serta pengangkutan dan perdagangan dengan porsi 44%.

Sementara itu, sektor kehutanan dan perikanan menerima porsi sebesar 1% dari total keseluruhan penyaluran kredit Grup Modalku untuk UMKM.                                                           

Berita Terkait