Grup MCAS, Digital Mediatama Maxima Tambah 822 Jaringan Layar di 33 Kota

13 Agustus 2021 16:28 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Manajemen PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) saat pembukaan perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) / Dok. BEI

undefined

JAKARTA - Grup PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), yakni PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) melaporkan pertumbuhan jaringan cloud advertising menjadi 17.342 layar per semester I-2021.

Anak usaha dari PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) ini berhasil menambah 822 layar baru dengan 14.285 titik iklan di 33 kota di Indonesia.

Head of Investor Relations MCAS Jo Cheah Zhuo En memprediksi, momentum pertumbuhan ini akan berlanjut melalui orderbook dari klien, seperti Alfamart, Indomaret dan KFC.

“Hal ini menjadi perkembangan operasional yang patut dicatat, mengingat latar belakang ekonomi makro yang terjadi saat ini. Klien blue chip akan membutuhkan untuk pemasangan layar,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 13 Agustus 2021.

Selain itu, perseroan belum lama ini juga membentuk perusahaan joint-venture dengan SmartRetail Group (SmartRetail). Perusahaan JV ini akan fokus untuk platform engagement out-of-home (EOOH) di Indonesia.

Menurut Jo, MCAS dapat meningkatkan daya tarik produk dan customer engagement dalam infrastruktur teknologi dan jaringan distribusi digital tersebut.

Kinerja Gemilang

Sebagai informasi, MCAS sebagai induk perusahaan sepanjang semester I-2021 berhasil mencatatkan kinerja yang gemilang. Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi ini meraup laba yang diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp99,5 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, MCAS mengalami rugi Rp106,5 miliar.

Meski tumbuh tipis, pendapatan yang dicatat meningkat 2,1% year-on-year (yoy), yakni dari Rp6,13 triliun per semester I-2020 menjadi Rp6,26 triliun pada periode ini.

Namun, beban pokok pendapatan perseroan juga meningkat, dari Rp6,03 triliun per semester I-2020 menjadi Rp6,15 triliun per semester I-2021.

Di sisi lain, masih terlihat perbaikan yang signifikan dalam pengelolaan modal kerja. Hal ini dibuktikan dengan arus kas operasi yang meningkat dari Rp81,9 miliar per semester I-2020 menjadi Rp207,8 miliar per semester I-2021.

Total liabilitas yang dibukukan perseroan mencapai Rp550 miliar, tumbuh dari Rp503 miliar per akhir 2020. Sementara itu, total ekuitas ikut naik dari Rp1,33 triliun per Desember 2020 menjadi Rp1,48 triliun per semester I-2021.

Adapun total aset MCAS per semester I-2021 tumbuh menjadi Rp2,03 triliun, dari sebelumnya Rp1,83 triliun per akhir 2020.

Berita Terkait