Grup Emtek Bantah Bakal Caplok Saham Bank of India Indonesia Rp1,8 Triliun

20 Agustus 2021 14:35 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Sukirno

PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) / Istimewa (Istimewa)

JAKARTA – Emiten milik konglomerat Eddy Kusnadi Sariaatmadja PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) membantah bakal melakukan aksi korporasi akuisisi terhadap PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD). Kabar ini sempat berhembus kencang usai Pemegang Saham Pengendali (PSP) BSWD, Bank of India melepas 76% sahamnya di bank tersebut.

“Perseroan tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi Bank of India Indonesia,” ucap Corporate Secretary EMTK Titi Maria Rusli dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 20 Agustus 2021.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2021 BSWD, Bank of India memegang 1,05 juta lembar saham perseroan. Bila mengacu pada harga saham BSWD terakhir di level Rp1.750, maka nilai divestasi ini dapat menembus Rp1,85 triliun.

Teka-teki ini bakal terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BSWD pada 7 September 2021. Komposisi terbaru kepemilikan saham BSWD ini bakal dibahas dalam RUPLSB mendatang.

Di sisi lain, EMTK diketahui tengah gencar melakukan aksi korporasi. Termutakhir, EMTK mengumumkan penjajakan peluang kerja sama dengan Grup Anthoni Salim di bidang ekosistem digital.

Kolaborasi ini diharapkan bisa menimbulkan sinergi sekaligus pertumbuhan bagi kedua entitas grup tersebut. Grup Anthoni Salim diklaim memiliki infrastruktur teknologi tersebar di Indonesia. Dengan begitu, diharapkan dapat mendukung platform teknologi milik Grup Emtek.

Perwakilan Grup Anthoni Salim, Axton Salim, mengaku yakin atas dampak positif yang akan tercipta dari potensi kolaborasi ini. Hal ini juga diharapkan dapat mendorong perkembangan usaha kedua grup tersebut.

“Kami melihat ekspansi usaha digital di ekosistem Emtek yang sangat pesat dan yakin bahwa dengan potensi kolaborasi strategis ini akan memberikan dampak positif untuk kedua grup ke depannya,” ujar dia melalui keterangan pers yang diterima TrenAsia.com, Kamis, 12 Agustus 2021.

Berita Terkait